Chef Yulita Ajak Publik Kenal Lebih Jauh Kuliner Kalimantan Selatan, dari Ayam Bom hingga Ikan Patin
2026-08-11 17:09 WIB · aindari · 👁 467 dibaca

Alumni MasterChef Indonesia Yulita Intan Sari menegaskan kekayaan kuliner Kalsel jauh melampaui Soto Banjar yang selama ini jadi satu-satunya wajah daerah itu di meja makan nasional.
Soto Banjar memang sudah lama menjadi duta kuliner Kalimantan Selatan di tingkat nasional, namun menurut chef Yulita Intan Sari, daerah itu menyimpan jauh lebih banyak hidangan yang belum banyak dikenal publik luas. Alumni MasterChef Indonesia Musim 5 ini menyuarakan hal tersebut dalam acara Ini Rasa Kita 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa.
Yulita, yang memang berasal dari Kalimantan Selatan, menyebut setidaknya tiga nama kuliner yang menurutnya layak mendapat perhatian lebih: Ayam Bom, Ketupat Kandangan, dan berbagai hidangan berbahan dasar ikan. Ketiganya ia nilai memiliki karakter cita rasa yang khas dan potensi untuk diperkenalkan ke khalayak yang lebih luas di luar wilayah asalnya.
Salah satu keunggulan yang ia soroti adalah kekayaan hasil perairan Kalimantan Selatan. Menurut Yulita, ikan-ikan yang hidup di sungai-sungai setempat memiliki rasa yang berbeda dibanding ikan dari daerah lain, sesuatu yang ia kaitkan langsung dengan karakter air sungai di sana. Dari sekian banyak pilihan, ia secara khusus menempatkan ikan patin Banjar sebagai yang paling wajib dicoba bagi siapa pun yang berkunjung ke daerah itu.
Bagi Yulita, kekayaan bahan lokal bukan sekadar warisan yang perlu dijaga, melainkan juga ruang eksplorasi. Ia berpendapat bahwa kreasi kuliner baru tetap bisa dikembangkan selama karakter asli bahan dan cita rasa khasnya tidak hilang dalam prosesnya. Pendekatan ini, menurutnya, sekaligus bisa membuka jalan bagi lebih banyak makanan daerah untuk dikenal melampaui batas geografisnya.
Pandangan serupa datang dari Firhan Ashari, Runner Up MasterChef Indonesia Musim 6, yang hadir dalam acara yang sama. Ia menekankan bahwa kekayaan kuliner Indonesia secara keseluruhan bertumpu pada keragaman rempah yang dimiliki negeri ini — bahan-bahan yang memungkinkan satu jenis hidangan diolah dengan ratusan cara berbeda tergantung daerahnya.
Pernyataan kedua chef ini muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap gastronomi lokal sebagai bagian dari identitas budaya dan potensi ekonomi daerah. Langkah mengenalkan kuliner yang selama ini tersembunyi di balik bayang-bayang hidangan yang lebih populer dinilai penting agar kekayaan tersebut tidak hanya dinikmati warga setempat, tetapi juga menjadi daya tarik yang lebih luas bagi wisatawan maupun pecinta kuliner di seluruh Indonesia.
Tag: kuliner Kalimantan Selatan, MasterChef Indonesia, ikan patin, gastronomi lokal, Ketupat Kandangan