Studio VFX Jakarta Unjuk Gigi di Film Stephen Chow yang Raup Rp5 Triliun
2026-08-13 17:05 WIB · aindari · 👁 549 dibaca

LMN VFX, studio efek visual berbasis Jakarta, turut mengerjakan visual film 'Kung Fu Soccer' yang mencatatkan lebih dari 63 juta penonton di China.
Studio efek visual asal Jakarta, LMN VFX, menjadi salah satu tim di balik layar film 'Kung Fu Soccer' garapan sutradara legendaris Stephen Chow. Film tersebut resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 12 Agustus 2026, setelah lebih dulu dirilis di China pada 11 Juli 2026 dan meraup pendapatan lebih dari Rp5 triliun dengan jumlah penonton melampaui 63 juta orang.
'Kung Fu Soccer' ditulis dan disutradarai langsung oleh Stephen Chow, menandai kembalinya ia ke kursi sutradara film panjang untuk pertama kali sejak 2019. Film ini dikembangkan sebagai penerus spiritual 'Shaolin Soccer' (2001), namun hadir dengan cerita dan karakter baru yang berpusat pada tim sepak bola perempuan. Di Indonesia, distribusi film ini ditangani oleh Encore Films.
Bagi LMN VFX, keterlibatan dalam proyek ini bukan sekadar penambahan portofolio. Co-Founder LMN VFX, Fabian Loing, menyebut proyek tersebut sebagai tonggak penting dalam upaya studio mengadopsi standar produksi internasional, sekaligus kesempatan belajar dari perkembangan industri visual global di Asia yang dinilainya kini berada di garis terdepan dalam banyak aspek produksi.
LMN VFX sendiri bukan pendatang baru di ranah produksi internasional. Studio yang merupakan bagian dari ekosistem SALY Entertainment ini sebelumnya telah mengerjakan efek visual untuk serial populer seperti 'Moving', 'Alice in Borderland', dan 'One Piece'. Di sisi produksi lokal, mereka terlibat dalam sejumlah judul Netflix Indonesia, antara lain 'Ratu Ratu Queens', 'Kabut Berduri', dan 'Dear David', serta serial 'Ghost in the Cell'.
Saat ini LMN VFX tengah menggarap efek visual untuk 'Dragonlord', film terbaru sutradara Swedia David Sandberg yang dikenal lewat film pendek fenomenal 'Kung Fury' (2015). 'Dragonlord' digambarkan sebagai film fantasy punk yang memadukan aksi, komedi, dan fiksi ilmiah. VFX Editor LMN VFX, Fadil Zamroni, yang masuk dalam tim penggarap 'Dragonlord', mengungkapkan bahwa kesempatan mengerjakan proyek internasional berskala besar dari dalam negeri menjadi alasan utamanya bertahan di studio tersebut selama tiga setengah tahun.
Seiring meningkatnya volume produksi internasional yang ditangani, LMN VFX membuka rekrutmen talenta baru di berbagai bidang, mulai dari Houdini FX, 3D Environment, 3D Asset, Look Development, hingga Compositing. Founder dan CEO LMN VFX, Andi Wijaya, menyatakan bahwa studio membutuhkan penguatan tim mengingat kompleksitas CGI yang dituntut proyek seperti 'Dragonlord'. Proses rekrutmen dijadwalkan berlangsung berkala hingga akhir 2026 melalui halaman LinkedIn resmi LMN VFX.
Tag: LMN VFX, Kung Fu Soccer, Stephen Chow, efek visual, industri film Indonesia