Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Nasional

Rumah Lapuk Guru Mengaji di Pedalaman Aceh Utara Dibangun TNI Jadi Hunian Permanen

2026-08-14 06:06 WIB · aindari · 👁 530 dibaca

Korem 011/Lilawangsa merenovasi total rumah Katratunida, guru mengaji yang selama lima tahun mengajar puluhan anak tanpa bayaran di Desa Saweuk, Aceh Utara.

Seorang guru mengaji di pedalaman Kabupaten Aceh Utara akan segera menempati rumah yang layak setelah TNI AD melalui Korem 011/Lilawangsa turun tangan membangun hunian permanen untuknya. Katratunida (28), warga Desa Saweuk, Kecamatan Kuta Makmur, selama ini tinggal bersama suami dan dua anaknya di bangunan yang nyaris roboh — berdinding rapuh dan beratap daun rumbia yang bocor di mana-mana.

Danramil 02 Kuta Makmur, Letda Infanteri Andriyanto, menyampaikan bahwa renovasi total menjadi bangunan permanen ini ditargetkan selesai dalam 20 hari. Proses pembongkaran rumah lama sudah dimulai secara gotong royong oleh prajurit Koramil 02 Kuta Makmur dari jajaran Kodim 0103/Aceh Utara bersama warga setempat.

Awal mula bantuan ini bermula dari kegiatan survei jembatan rusak akibat banjir di desa tersebut. Para prajurit TNI saat itu sedang mengerjakan pembangunan jembatan gantung garuda secara gotong royong bersama warga. Komandan Korem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, yang ikut meninjau lokasi, melihat kondisi rumah Katratunida dan memutuskan untuk menyertakannya dalam program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Kondisi rumah yang memprihatinkan itu kontras dengan peran besar yang diemban Katratunida di lingkungannya. Selama lima tahun terakhir, ia mengajar sekitar 35 santri membaca Al-Quran dan membina 20 remaja untuk mengikuti perlombaan keagamaan seperti MTQ — semuanya tanpa memungut biaya. Ia hanya menerima infak sukarela dari orang tua santri yang bersedia memberi. Karena rumahnya terlalu sempit, kegiatan belajar kerap dibagi dalam beberapa gelombang atau berpindah ke balai desa.

Katratunida mengisahkan bagaimana ia harus menghibur anak-anaknya setiap kali hujan deras mengguyur. Air masuk dari atap yang bocor, dan ia menenangkan buah hatinya dengan bercanda bahwa mereka sedang menonton air terjun di dalam rumah. Di balik humor itu tersimpan keprihatinan yang nyata tentang tempat tinggal yang tak lagi aman.

Bagi Katratunida, bantuan yang datang dari TNI ini terasa seperti jawaban atas doa-doanya selama bertahun-tahun. Ia menyampaikan rasa syukur atas perhatian Brigjen Ali Imran terhadap warga di wilayah pedalaman dan berharap rumah baru itu kelak menjadi tempat yang lebih layak untuk melanjutkan kegiatan mengajar agama kepada para santrinya.

Letda Andriyanto menambahkan, harapan TNI bukan sekadar memberikan tempat tinggal yang aman bagi keluarga Katratunida, tetapi juga memastikan kegiatan pendidikan agama yang telah ia rintis dapat terus berjalan dengan lebih baik di rumah yang representatif.

Tag: TNI AD, Aceh Utara, guru mengaji, rumah tidak layak huni, Korem 011 Lilawangsa