663 Hari Memimpin, Prabowo Klaim 121 Kebijakan Transformatif Telah Dijalankan
2026-08-14 10:31 WIB · aindari

Presiden Prabowo Subianto melaporkan capaian pemerintahannya dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR, sekaligus mengakui masih banyak janji yang belum tuntas.
Presiden Prabowo Subianto tampil di hadapan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat, untuk menyampaikan pidato kenegaraan yang menjadi ajang pertanggungjawaban publik atas jalannya pemerintahan.
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut angka spesifik: selama 663 hari atau sekitar 21 bulan sejak dilantik pada 20 Oktober 2024 bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pemerintahannya telah menelurkan 121 kebijakan yang ia sebut bersifat transformatif. Dengan hitungan itu, Prabowo menyimpulkan bahwa rata-rata satu kebijakan besar lahir setiap lima hari sekali.
Prabowo menegaskan sebagian dari kebijakan tersebut menyentuh persoalan lama yang telah mengendap selama puluhan tahun tanpa penyelesaian. Menurutnya, capaian itu membuktikan bahwa masalah-masalah yang selama ini dianggap pelik sesungguhnya bisa ditangani apabila ada keberanian mengambil keputusan, kerja keras, arah yang jelas, dan semangat gotong royong dari seluruh elemen bangsa.
Di sisi lain, Prabowo tidak menutup-nutupi kekurangan. Ia secara terbuka menyatakan belum semua persoalan bangsa terselesaikan dan belum semua janji kampanye terpenuhi. Pernyataan itu ia sampaikan sebagai komitmen bahwa pemerintah akan terus bekerja hingga seluruh kewajiban kepada rakyat ditunaikan.
Presiden juga menegaskan kembali sumpah jabatan yang diucapkannya di gedung yang sama hampir dua tahun lalu. Sumpah itu, katanya, menjadi fondasi kepemimpinan — termasuk kewajiban mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, bahkan mereka yang tidak memberikan suara kepadanya dalam pemilihan presiden.
Prabowo merinci empat pedoman yang menjadi kompas pemerintahannya: menjalankan amanat UUD 1945, menjaga kepentingan inti nasional agar kekayaan negara benar-benar dinikmati rakyat, mengatasi kesulitan rakyat secepat mungkin, serta memastikan setiap kebijakan berorientasi pada kepentingan generasi kini dan mendatang.
Sidang tersebut dihadiri sejumlah tokoh negara, antara lain mantan Presiden Joko Widodo, sejumlah mantan wakil presiden yakni Jusuf Kalla, Boediono, dan Ma'ruf Amin, serta Sinta Nuriyah Wahid selaku istri mendiang Presiden Abdurrahman Wahid. Hadir pula Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin, para ketua umum partai politik, dan duta besar negara sahabat.
Tag: Prabowo Subianto, Sidang Tahunan MPR, pidato kenegaraan, kebijakan pemerintah, politik Indonesia