Prabowo Bidik Defisit APBN 2027 di 2,40 Persen, Lebih Rendah dari Tahun Ini
2026-08-14 17:10 WIB · aindari · 👁 580 dibaca

Pemerintah menargetkan penyempitan defisit anggaran pada 2027 seiring kenaikan pendapatan dan belanja negara, dengan cita-cita jangka panjang menuju anggaran berimbang.
Pemerintah menetapkan target defisit Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih rendah dibanding defisit yang dipatok dalam APBN 2026 sebesar 2,68 persen terhadap PDB. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan hal itu saat menyerahkan pengantar pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Jakarta, Jumat.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah menginginkan defisit yang sekecil mungkin dan akan terus berupaya menekannya lebih jauh. Ia menyebut anggaran berimbang sebagai cita-cita yang ingin diwujudkan secara bertahap melalui reformasi fiskal yang holistik dan konsisten.
Dari sisi angka, belanja negara pada 2027 direncanakan mencapai Rp4.097,2 triliun, naik dari Rp3.842,7 triliun dalam APBN 2026. Sementara itu, pendapatan negara diproyeksikan tumbuh menjadi Rp3.426 triliun dari Rp3.153,6 triliun tahun ini. Pembiayaan anggaran ikut menyusut menjadi Rp671,2 triliun, turun dari Rp689,1 triliun yang direncanakan pada 2026.
Pemerintah juga menetapkan sejumlah asumsi makroekonomi sebagai landasan penyusunan anggaran. Inflasi dijaga di kisaran 2,5 persen, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diperkirakan 6,9 persen, dan nilai tukar rupiah diasumsikan berada di sekitar Rp17.500 per dolar AS. Di sektor energi, harga minyak mentah Indonesia diperkirakan 75 dolar AS per barel, dengan target lifting minyak 610.000 barel per hari dan lifting gas 954.000 barel setara minyak per hari.
Di luar angka fiskal, pemerintah memasang target perbaikan sejumlah indikator sosial. Tingkat kemiskinan ditargetkan turun ke rentang 6,0–6,5 persen pada 2027, membaik dari target 2026 yang berada di kisaran 6,5–7,5 persen. Tingkat pengangguran terbuka juga diproyeksikan menyempit ke rentang 4,30–4,87 persen dari 4,44–4,96 persen tahun ini. Rasio gini ditargetkan membaik ke kisaran 0,362–0,367 dari target 0,377–0,380, sementara indeks modal manusia diharapkan meningkat menjadi 0,575.
Untuk mencapai target-target tersebut, Prabowo menyatakan pemerintah akan mendorong optimalisasi penerimaan negara dengan meminimalkan kebocoran, melanjutkan efisiensi belanja, memastikan perlindungan sosial lebih tepat sasaran, serta mengembangkan skema pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan.
Tag: APBN 2027, defisit anggaran, fiskal, Prabowo Subianto, ekonomi Indonesia