Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Kairo dan Washington Desak Semua Pihak Patuhi Perjanjian Damai Gaza

2026-08-17 07:31 WIB · aindari · 👁 324 dibaca

Mesir dan AS menegaskan kembali pentingnya kepatuhan penuh terhadap kesepakatan gencatan senjata Gaza demi menjaga stabilitas Timur Tengah.

Mesir dan Amerika Serikat menyuarakan seruan bersama agar seluruh pihak yang terlibat konflik di Jalur Gaza mematuhi ketentuan perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati. Seruan itu muncul setelah Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menerima kunjungan Utusan Khusus AS Jared Kushner di Kota El-Alamein, Minggu (16/8).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty dan Kepala Badan Intelijen Mesir Hassan Rashad. Dalam pernyataan resmi yang dirilis kantor kepresidenan Mesir usai pembicaraan, kedua pihak menekankan bahwa semua pihak wajib memenuhi kewajiban mereka berdasarkan perjanjian penghentian perang di Gaza — sebuah kesepakatan yang lahir dari KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh pada Oktober 2025.

Sisi juga menyinggung pentingnya penyelesaian krisis yang lebih luas di kawasan Timur Tengah serta perlunya penguatan keamanan regional dan internasional. Di sisi lain, Kushner menyampaikan salam dari Presiden AS Donald Trump kepada Sisi, sekaligus menegaskan bahwa koordinasi antara Kairo dan Washington perlu terus diperkuat. Kushner menyebut Mesir sebagai mitra utama AS di kawasan tersebut.

Perjanjian gencatan senjata itu sendiri merupakan hasil mediasi panjang yang melibatkan Mesir, Qatar, AS, dan Turkiye. Pada 9 Oktober 2025, Israel dan Hamas akhirnya menyepakati pelaksanaan tahap pertama rencana perdamaian yang diusulkan Trump, dan gencatan senjata mulai berlaku keesokan harinya. Berdasarkan kesepakatan itu, pasukan Israel mundur ke garis yang disebut "Garis Kuning", meski Israel masih mempertahankan kendali atas lebih dari separuh wilayah Gaza.

Perkembangan terbaru menunjukkan adanya kemajuan dalam proses lanjutan. Pada akhir Juli, Dewan Perdamaian mengumumkan bahwa Hamas menyatakan kesediaan untuk menyetujui peta jalan pelaksanaan tahap-tahap berikutnya dari perjanjian tersebut. Rencana lanjutan itu mencakup pengalihan kendali Jalur Gaza secara bertahap kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG), serta pembentukan badan khusus yang bertugas memantau potensi pelanggaran oleh kedua belah pihak — baik Hamas maupun Israel.

Pertemuan el-Sisi dan Kushner mencerminkan upaya Kairo dan Washington untuk memastikan momentum perdamaian tidak terhenti di tengah jalan. Mesir, sebagai salah satu mediator utama, memiliki kepentingan strategis dalam menjaga stabilitas di perbatasannya dengan Gaza sekaligus mempertahankan perannya sebagai penghubung diplomatik kunci di kawasan.

Tag: Gaza, Gencatan Senjata, Mesir, Amerika Serikat, Timur Tengah