Trump Ancam Bom Oman dan Klaim Punya Jalur Langsung ke IRGC Iran
2026-08-17 21:31 WIB · aindari · 👁 483 dibaca
Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Oman sekaligus mengungkap adanya komunikasi langsung Washington dengan Garda Revolusi Iran di tengah negosiasi nuklir yang masih berlangsung.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan mengejutkan dalam wawancara dengan Fox News pada Senin, mengancam akan menyerang Oman apabila negara Teluk itu dianggap menghalangi proses negosiasi antara Washington dan Teheran. "Jika Oman menghalangi, kami akan bom mereka sampai habis," ujar Trump ketika ditanya soal peran Oman dalam perundingan terkait Iran dan Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut muncul beberapa hari setelah pemerintah Iran mengumumkan pada Sabtu bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai jalur pelayaran di Selat Hormuz, hasil dari serangkaian negosiasi teknis yang berlangsung selama beberapa pekan. Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi salah satu titik paling krusial dalam perdagangan energi global.
Dalam wawancara yang sama, Trump juga mengungkap bahwa Amerika Serikat telah menjalin komunikasi langsung dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), badan militer elite yang selama ini dianggap sebagai salah satu aktor paling berpengaruh dalam kebijakan luar negeri Iran. Trump menyebut adanya "saluran belakang" yang memungkinkan pejabat Washington berbicara secara langsung dengan pejabat IRGC di dalam Iran — sebuah pengakuan yang terbilang tidak lazim mengingat ketegangan panjang antara kedua negara.
Terhadap Iran secara keseluruhan, Trump menggunakan nada yang meremehkan. Ia menyebut Iran sebagai "pemain poker yang baik, tetapi mereka sekarat" dan menegaskan bahwa Teheran seharusnya sudah mengangkat bendera putih tanda menyerah.
Selain soal Iran, Trump juga menyinggung situasi di Gaza. Ia menyatakan Israel seharusnya menghentikan serangan militernya karena Hamas, menurutnya, telah sepakat untuk meletakkan senjata. Trump turut mengungkap bahwa AS memiliki jalur komunikasi tersendiri dengan Hamas, dan meyakini kelompok tersebut pada akhirnya akan menyerahkan persenjataannya. Pernyataan ini disampaikan di tengah upaya Washington mendorong implementasi rencana perdamaian Gaza yang mencakup pelucutan senjata Hamas serta penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah Palestina.
Terkait politik domestik Israel, Trump menyatakan bahwa sikap paling tepat baginya saat ini adalah tidak ikut campur dalam urusan pemilu negara tersebut. Namun, ia tidak menutup kemungkinan untuk memberikan dukungan kepada kandidat tertentu di masa mendatang, sebuah pernyataan yang membuka spekulasi soal sejauh mana Washington akan terlibat dalam dinamika politik internal Israel.
Tag: Trump, Iran, Oman, Selat Hormuz, Gaza