Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Daerah

26 Pendaki Bermasalah di Gunung Bawakaraeng, Evakuasi Berlangsung Estafet dari Puncak

2026-08-18 06:02 WIB · aindari · 👁 879 dibaca

Tim SAR gabungan mengevakuasi 26 pendaki yang mengalami cedera dan hipotermia usai mengikuti upacara HUT ke-81 RI di Gunung Bawakaraeng, Gowa.

Jumlah pendaki yang membutuhkan pertolongan di Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, terus bertambah. Hingga Senin malam, tim SAR gabungan telah menangani 26 orang — naik dari angka sebelumnya 16 orang — yang mengalami berbagai masalah kesehatan dan cedera setelah mengikuti rangkaian upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Dari 26 pendaki tersebut, tujuh di antaranya laki-laki dan 19 perempuan. Komandan Rescuer Basarnas Makassar, Darul, menyampaikan bahwa sebanyak 14 orang telah berhasil dievakuasi dan mendapat penanganan medis, sementara 12 orang lainnya masih dalam perjalanan menuju Posko Aju Bulu Balea.

Beragam kondisi dialami para korban. Ada yang mengalami kram saat turun gunung, kelelahan fisik berat, cedera kaki, hingga terpeleset dan jatuh dengan dampak cedera tulang belakang. Serangan hipotermia juga menjadi ancaman serius bagi sejumlah pendaki yang berada di puncak. Korban yang mengalami cedera berat dievakuasi menggunakan tandu. Proses evakuasi dilakukan secara estafet — dari puncak di Pos 10 menuju Pos 8, dilanjutkan tim di Pos 7, kemudian dititipkan sementara di Pos 5, sebelum akhirnya dibawa turun ke Posko Aju Bulu Balea untuk perawatan lanjutan. Pendaki yang sudah tiba di bawah selanjutnya dirujuk ke Puskesmas Tinggi Moncong.

Titik-titik evakuasi tersebar di Pos 5, Pos 7, Pos 8 Jalur Lembanna, Pos 10 puncak gunung, serta jalur Tassoso. Operasi berlangsung dalam kondisi medan yang menantang dengan tim yang ditempatkan di delapan titik strategis, termasuk Lembah Ramma.

Lonjakan insiden ini terjadi di tengah tingginya antusiasme pendakian. Data Pos Siaga Merah Putih mencatat total 3.786 pendaki telah melakukan registrasi, tersebar di empat jalur: Bulu Balea (2.033 orang), Tassoso (1.081 orang), Kanreapia (422 orang), dan Lembanna (250 orang). Kepadatan di seluruh jalur terus dipantau tim gabungan.

Operasi Siaga Merah Putih yang berlangsung 15–18 Agustus 2026 ini melibatkan 295 personel gabungan dari Basarnas, komunitas SAR, relawan, dan tenaga medis. Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, sebelumnya telah mengimbau para pendaki agar tidak memaksakan diri mencapai puncak dan selalu menjaga kondisi fisik. Ia menegaskan bahwa semangat memperingati kemerdekaan harus beriringan dengan kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan sesama.

Tag: Gunung Bawakaraeng, evakuasi pendaki, Basarnas Makassar, HUT RI, Gowa