Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Diam-diam, Militer AS Kawal Puluhan Kapal Tanker Menembus Selat Hormuz

2026-08-20 09:01 WIB · aindari · 👁 676 dibaca

Operasi rahasia berlangsung selama beberapa minggu, memungkinkan sekitar 10 juta barel minyak diangkut setiap hari di tengah ketegangan AS-Iran.

Militer Amerika Serikat ternyata telah menjalankan operasi rahasia untuk mengawal kapal-kapal tanker minyak melintas di Selat Hormuz. Laporan Axios pada Rabu mengutip dua pejabat AS mengungkapkan bahwa operasi itu sudah berjalan selama beberapa pekan, memungkinkan pergerakan hingga 20 kapal secara tersembunyi keluar-masuk Teluk Persia melalui jalur aman di sepanjang pesisir Oman.

Dalam skema tersebut, sekitar 10 juta barel minyak diangkut setiap harinya. Meski angka itu hanya separuh dari volume yang biasa melewati selat sebelum konflik pecah, jumlah tersebut tetap dinilai signifikan bagi pasokan energi global. Operasi ini dikoordinasikan dari Markas Besar Angkatan Darat AS di Fort Bragg, North Carolina, bersama mitra-mitra AS di kawasan Teluk. Setiap malam, kapal-kapal berlayar sesuai jadwal yang telah ditetapkan, sementara daftar harian kapal yang menuju Laut Arab maupun tanker kosong yang memasuki kawasan Teluk disusun secara berkala.

Latar belakang operasi ini tak lepas dari eskalasi konflik antara Washington dan Teheran. Pada malam sebelum 18 Juni, kedua pihak sempat menandatangani memorandum untuk mengakhiri pertikaian yang bermula sejak 28 Februari. Namun, pada 8 Juli, Presiden Donald Trump menyatakan gencatan senjata itu tidak lagi berlaku, membuka babak baru ketegangan.

Setelah pernyataan Trump, pasukan AS melancarkan beberapa rangkaian serangan terhadap Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut serangan-serangan itu sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Iran pun membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Puncak ketegangan terjadi pada 12 Juli ketika Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz, dengan syarat AS menghentikan keterlibatannya di kawasan tersebut. Pengumuman itu muncul setelah kembali terjadi saling serang antara kedua pihak. Sehari berselang, Trump menegaskan AS akan bertindak sebagai "penjaga" Selat Hormuz sekaligus memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, dan menjadi salah satu titik paling vital bagi distribusi minyak dunia. Operasi pengawalan diam-diam ini mencerminkan upaya AS menjaga aliran energi global tetap berjalan di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Tag: Selat Hormuz, Amerika Serikat, Iran, Tanker Minyak, Timur Tengah