Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Trump Umumkan 'D-Day Ekonomi' terhadap Iran, Ancam Negara yang Masih Bantu Teheran

2026-08-20 13:31 WIB · aindari · 👁 491 dibaca

Presiden AS Donald Trump menyerukan isolasi ekonomi Iran dalam skala yang disebutnya belum pernah terjadi sebelumnya, disertai ancaman sanksi bagi pihak mana pun yang masih memberikan bantuan kepada Teheran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (19/8) mengumumkan apa yang ia sebut sebagai operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah diterapkan terhadap suatu negara. Pernyataan itu ia sampaikan melalui platform Truth Social miliknya dan secara langsung ditujukan kepada Iran, menandai eskalasi baru dalam kampanye Washington untuk mengisolasi Teheran.

Dalam pernyataannya, Trump menyatakan bahwa Iran telah menyia-nyiakan kesempatan untuk mencapai kesepakatan diplomatik. Ia mengklaim tidak ada pemimpin yang pernah memberi peluang lebih besar kepada Republik Islam Iran untuk bernegosiasi, namun Iran dinilai gagal memanfaatkannya. Atas dasar itu, Trump menyebut langkah ini sebagai respons yang tak terelakkan.

Trump merinci bahwa AS akan berupaya memutus seluruh jalur keuangan dan perdagangan yang selama ini menjadi sumber dukungan ekonomi bagi Iran. Sejumlah aktivitas secara khusus ia sebutkan sebagai target, antara lain penyelundupan minyak, fasilitas pertukaran keuangan, transfer uang tunai, tempat penukaran mata uang, registrasi kapal, serta keberadaan perusahaan kedok. Trump menegaskan semua itu harus dihentikan segera.

Lebih jauh, Trump memperingatkan bahwa negara mana pun yang membiarkan lembaga keuangan, perusahaan, bandara, maupun entitas pemerintahnya memberikan bantuan kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang sangat besar. Peringatan ini memperluas tekanan AS melampaui Iran sendiri dan berpotensi menyasar mitra dagang Teheran di berbagai belahan dunia.

Trump turut mengklaim bahwa kapasitas militer Iran kini berada dalam kondisi kritis. Ia menyebut angkatan laut Iran sudah tidak berfungsi, angkatan udara hancur, dan fasilitas produksi militer telah rata dengan tanah. Selain itu, ia menggambarkan mata uang Iran sebagai sesuatu yang tidak lagi bernilai dan menyebut negara itu tengah berada di ujung tanduk.

Kampanye ini Trump beri nama "D-Day ekonomi". Ia menyerukan kepada seluruh sekutu AS untuk berdiri bersama Washington dalam mengisolasi dan menghadapi apa yang ia sebut sebagai ancaman Iran. Seruan itu mengindikasikan bahwa tekanan ini dirancang sebagai upaya koalisi, bukan tindakan unilateral semata.

Trump menutup pernyataannya dengan penegasan keras soal program nuklir Iran, menyatakan bahwa Iran tidak akan pernah diizinkan memiliki senjata nuklir. Pernyataan ini menegaskan bahwa isu nuklir tetap menjadi inti dari konfrontasi antara Washington dan Teheran.

Tag: Iran, Donald Trump, sanksi ekonomi, kebijakan luar negeri AS, program nuklir Iran