Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

AS Perbesar Pembelian Kembali Obligasi Jangka Panjang, Dolar Melemah dan Emas Melesat

2026-08-21 06:02 WIB · aindari · 👁 882 dibaca

Langkah pemerintah Amerika Serikat meningkatkan volume buyback surat utang tenor panjang menekan indeks dolar dan mendorong harga emas naik signifikan.

Pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk memperbesar volume pembelian kembali (buyback) obligasi negara bertenor panjang, sebuah kebijakan yang langsung mempengaruhi pasar keuangan global. Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent, yang bahkan membuka kemungkinan volume buyback tersebut masih bisa ditambah lagi ke depannya.

Dampak kebijakan ini terasa di pasar valuta asing. Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama dunia, tercatat mengalami penurunan. Pelemahan dolar ini sejalan dengan sentimen pasar yang merespons perubahan strategi pengelolaan utang pemerintah AS tersebut.

Di sisi lain, harga emas justru bergerak berlawanan arah dengan dolar — melonjak naik. Kondisi ini mencerminkan pola klasik di mana pelemahan dolar cenderung mendorong investor beralih ke aset lindung nilai seperti emas. Kenaikan harga emas ini menjadi salah satu dampak pasar yang paling mencolok dari pengumuman kebijakan buyback obligasi AS.

Sementara itu, bursa saham Asia turut menguat, mengikuti tren positif yang sebelumnya terjadi di Wall Street. Penguatan pasar ekuitas Asia ini berlangsung di tengah dinamika pelemahan dolar dan kenaikan harga komoditas, menciptakan sentimen yang relatif konstruktif bagi aset-aset berisiko di kawasan.

Menariknya, kebijakan buyback obligasi yang ditempuh AS ini mendapat perhatian dari dalam negeri. Kepala Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa langkah yang diambil AS tersebut serupa dengan apa yang pernah dilakukan Indonesia sebelumnya dalam mengelola surat utang negara — sebuah perbandingan yang menegaskan bahwa strategi buyback bukan hal baru di dunia pengelolaan fiskal.

Secara teknis, buyback obligasi tenor panjang oleh pemerintah AS berarti negara tersebut membeli kembali surat utangnya yang memiliki jatuh tempo jauh di masa depan. Langkah ini umumnya dilakukan untuk mengelola profil jatuh tempo utang, mengurangi beban bunga jangka panjang, atau menstabilkan pasar obligasi. Pernyataan Bessent yang membuka opsi penambahan volume buyback mengindikasikan bahwa kebijakan ini bisa berlanjut dan berpotensi terus mempengaruhi pergerakan dolar serta aset safe haven seperti emas dalam waktu dekat.

Tag: obligasi AS, buyback surat utang, harga emas, indeks dolar, pasar keuangan global