Sulteng Masuk Enam Besar Provinsi Penemu Kasus TB Terbanyak, Kontak Serumah Jadi Fokus Pencegahan
2026-08-22 17:11 WIB · aindari · 👁 450 dibaca

Sulawesi Tengah mencatat capaian penemuan kasus TB sebesar 83,6 persen pada 2025, namun penularan di lingkungan rumah tangga masih menjadi tantangan utama.
Sulawesi Tengah menjadi salah satu dari enam provinsi dengan capaian penemuan kasus tuberkulosis (TB) tertinggi di Indonesia pada 2025. Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus mengungkapkan hal itu saat berada di Palu, Sabtu. Dalam urutan nasional, posisi pertama ditempati Banten, disusul Jawa Barat, sementara Sulawesi Tengah berada di peringkat keenam.
Data Kementerian Kesehatan mencatat, sepanjang 2025 Sulawesi Tengah berhasil mendeteksi 8.419 kasus TB dari estimasi beban sebanyak 10.066 kasus, setara 83,6 persen. Capaian itu juga diikuti tingkat keberhasilan pengobatan yang tinggi, yakni sekitar 90 persen dari kasus yang ditemukan.
Meski demikian, posisi provinsi ini bergeser pada data terbaru. Berdasarkan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) per 16 Agustus 2026, Sulawesi Tengah turun ke peringkat delapan secara nasional dengan 4.770 kasus terdeteksi dari estimasi 9.968 kasus, atau baru mencapai 47,9 persen. Di tingkat kabupaten dan kota, Tojo Una-Una memimpin dengan capaian 64,2 persen atau 296 kasus dari estimasi 461 kasus, diikuti Morowali 58,9 persen dengan 426 kasus, dan Kota Palu 51,4 persen dengan 1.062 kasus. Sejumlah daerah lain seperti Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Poso, hingga Banggai Laut mencatat capaian antara 38 hingga 51 persen.
Wamenkes menegaskan bahwa tingginya angka penemuan dan pengobatan kasus belum otomatis menekan jumlah penderita baru selama rantai penularan belum diputus. Ia menyoroti pentingnya pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TB. Mereka yang dinyatakan tidak terinfeksi pun perlu mendapatkan terapi pencegahan agar tidak berkembang menjadi kasus baru. Capaian pemberian terapi pencegahan kepada kontak serumah pada 2025 disebut masih belum memenuhi target di sejumlah daerah.
Sebagai langkah percepatan, pemerintah menyiapkan pemeriksaan TB aktif di 53.335 titik lokasi secara nasional. Khusus di Sulawesi Tengah, kegiatan ini akan digelar di 508 lokasi yang tersebar di seluruh 13 kabupaten dan kota. Wamenkes menekankan bahwa pendekatan kolaboratif antara berbagai pihak menjadi kunci untuk mempercepat penemuan kasus sekaligus memutus mata rantai penularan TB di tengah masyarakat.
Tag: tuberkulosis, Sulawesi Tengah, kesehatan masyarakat, pencegahan TB, Kementerian Kesehatan