Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Puluhan Saham Indonesia Bergeser Kelas dalam Review FTSE Russell September 2025

2026-08-23 06:04 WIB · aindari · 👁 467 dibaca

FTSE Russell merombak susunan indeksnya, dengan sejumlah emiten besar termasuk grup Lippo dan dua BUMN terdepak dari kategori tertentu.

Lembaga penyedia indeks global FTSE Russell kembali merilis hasil tinjauan berkala indeksnya, dan hasilnya berdampak signifikan bagi puluhan saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Perubahan ini mencakup penurunan kelas hingga pengeluaran saham dari kategori indeks tertentu, dengan emiten dari Grup Lippo menjadi salah satu yang paling terdampak.

Dalam hasil review tersebut, emiten-emiten yang berafiliasi dengan Grup Lippo mengalami nasib buruk, dengan sejumlah sahamnya berakhir terdepak dari indeks FTSE. Kondisi ini mencerminkan tekanan yang tengah dihadapi konglomerasi tersebut di pasar modal, sekaligus menjadi sinyal bagi investor yang memantau pergerakan portofolio berbasis indeks global.

Tak hanya swasta, dua emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga turut terdepak dari indeks FTSE Russell dalam putaran review ini. FTSE Russell disebut memiliki alasan spesifik di balik keputusan tersebut, meski detail lengkap kriteria penilaian mengacu pada metodologi standar lembaga itu yang mempertimbangkan faktor seperti kapitalisasi pasar, likuiditas, dan free float saham.

Salah satu nama besar lain yang terdampak adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), emiten properti terkemuka yang mengalami penurunan kelas dalam kategorisasi indeks FTSE. Selain BSDE, sebanyak 28 saham lainnya dilaporkan terdepak dari segmen Micro Cap, menunjukkan bahwa perombakan kali ini cukup luas dan tidak hanya menyasar satu segmen kapitalisasi pasar.

FTSE Russell sendiri merupakan lembaga indeks internasional yang digunakan sebagai acuan oleh manajer investasi dan dana institusional di seluruh dunia. Masuk atau keluarnya suatu saham dari indeks FTSE berpotensi mempengaruhi arus dana asing, karena sejumlah reksa dana dan ETF global secara otomatis menyesuaikan portofolionya mengikuti komposisi indeks tersebut. Perubahan keanggotaan indeks karenanya kerap menjadi sentimen tersendiri bagi pergerakan harga saham terkait di pasar.

Hasil review FTSE Russell September ini secara keseluruhan mencatat puluhan saham Indonesia mengalami perubahan status, baik naik kelas, turun kelas, maupun keluar sepenuhnya dari indeks. Dinamika ini menjadi pengingat bagi pelaku pasar bahwa posisi suatu emiten dalam indeks global bukan sesuatu yang permanen, melainkan ditentukan oleh kinerja dan kondisi pasar yang terus berubah.

Tag: FTSE Russell, Indeks Saham, Grup Lippo, BUMN, Bursa Efek Indonesia