Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Hiburan

Tiga Organisasi Perempuan Gelar Festival Merah Putih, Kebaya Jadi Jembatan Budaya dan Ekonomi

2026-08-24 06:13 WIB · aindari · 👁 728 dibaca

Kowani, PIM, dan PPMI bersatu dalam Festival Merah Putih untuk melestarikan budaya, memberdayakan perempuan, dan mendorong pertumbuhan UMKM.

Tiga organisasi perempuan — Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Perempuan Indonesia Maju (PIM), dan Perkumpulan Perempuan Minang Indonesia (PPMI) — menggelar Festival Merah Putih sebagai wujud nyata kolaborasi lintas organisasi dalam melestarikan budaya nasional sekaligus memperkuat pemberdayaan perempuan dan ekonomi usaha kecil.

Gagasan festival ini bermula dari komunikasi antara Ketua Umum PIM Lana T Koentjoro dan Ketua Umum PPMI Bundo Suherni Syam. Dari percakapan awal itu, ide berkembang menjadi rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai unsur organisasi perempuan dari beragam latar belakang.

Menurut Lana, momentum semacam ini penting untuk mempererat silaturahmi dan kerja sama antar-elemen perempuan Indonesia. Ia menegaskan bahwa ketika perempuan dari berbagai organisasi mampu bergerak bersama menghadirkan kegiatan positif, dampaknya akan terasa besar bagi kemajuan perempuan maupun bangsa secara keseluruhan.

Festival tidak hanya menampilkan Parade Kebaya Merah Putih, tetapi juga talk show, pertunjukan seni, serta kegiatan yang secara khusus melibatkan anak-anak dan generasi muda. Lana menilai keterlibatan kelompok muda bukan sekadar pelengkap — mereka adalah penerus nilai-nilai budaya yang perannya bersifat strategis. Menanamkan kecintaan terhadap budaya dan persatuan sejak dini, kata Lana, menjadi salah satu tujuan utama penyelenggaraan festival ini.

Dari sisi ekonomi, Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto menyoroti potensi kebaya yang melampaui fungsinya sebagai warisan budaya. Kebaya, menurutnya, mampu menggerakkan rantai ekonomi yang melibatkan perajin, penjahit, desainer, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Nannie menyebut pengembangan kebaya bersinggungan dengan banyak sektor sekaligus — mulai dari pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, hingga industri kreatif.

Nannie juga mengapresiasi para desainer dan pelaku industri kreatif yang terus berinovasi mengembangkan kebaya dan busana Indonesia. Ia memandang parade serta pameran budaya sebagai ruang strategis untuk memperkenalkan karya mereka sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM.

Festival Merah Putih mencerminkan pendekatan yang menempatkan budaya bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai pintu masuk menuju penguatan komunitas perempuan dan pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal.

Tag: Festival Merah Putih, Kowani, kebaya, UMKM, budaya Indonesia