Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

6,7 Juta Warga Indonesia Hidup dengan Hepatitis B, Ini yang Perlu Diketahui

2026-08-24 17:03 WIB · aindari

Indonesia mencatat angka infeksi hepatitis B yang tinggi, dengan jutaan penderita yang sebagian besar tidak menyadari kondisinya.

Indonesia menghadapi beban penyakit hepatitis B yang signifikan. Sebanyak 6,7 juta penduduk tercatat terinfeksi virus ini, menjadikan hepatitis B sebagai salah satu masalah kesehatan masyarakat yang tidak bisa diabaikan. Yang membuat situasi ini lebih mengkhawatirkan, banyak penderita tidak menunjukkan gejala pada tahap awal sehingga penularan bisa terjadi tanpa disadari.

Hepatitis B adalah infeksi yang menyerang organ hati dan disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Virus ini menular melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh orang yang terinfeksi. Beberapa jalur penularan yang umum mencakup penggunaan jarum suntik bersama, hubungan seksual tanpa pelindung, serta penularan dari ibu kepada bayi saat proses persalinan. Kelalaian dalam kehidupan sehari-hari, seperti berbagi alat cukur atau sikat gigi, juga dapat membuka peluang masuknya virus.

Gejala hepatitis B pada fase akut dapat berupa kelelahan yang tidak biasa, mual, nyeri pada area perut bagian kanan atas, urine berwarna gelap, serta kulit dan bagian putih mata yang menguning — kondisi yang dikenal sebagai jaundice atau penyakit kuning. Namun pada sebagian orang, terutama mereka yang terinfeksi sejak bayi atau anak-anak, infeksi bisa berkembang menjadi kronis tanpa gejala yang jelas selama bertahun-tahun.

Kelompok yang paling rentan tertular hepatitis B antara lain bayi yang lahir dari ibu pengidap, tenaga kesehatan yang terpapar darah, serta individu dengan perilaku berisiko tinggi. Infeksi kronis yang tidak ditangani dapat berujung pada komplikasi serius seperti sirosis hati atau kanker hati.

Vaksinasi tetap menjadi cara paling efektif untuk mencegah hepatitis B. Vaksin ini sudah masuk dalam program imunisasi nasional dan diberikan sejak bayi. Bagi orang dewasa yang belum pernah divaksin, imunisasi masih bisa dilakukan dan sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi. Selain vaksinasi, penerapan perilaku hidup sehat turut berperan penting — di antaranya tidak berbagi alat pribadi yang berpotensi terkontaminasi darah, menggunakan alat medis steril, serta menjalani hubungan seksual yang aman.

Deteksi dini melalui pemeriksaan darah juga menjadi langkah krusial. Banyak kasus hepatitis B baru teridentifikasi saat penderita sudah memasuki stadium lanjut karena minimnya kesadaran untuk memeriksakan diri. Dengan mengenali faktor risiko dan gejala sejak awal, peluang penanganan yang lebih baik akan jauh lebih besar.

Tag: Hepatitis B, Kesehatan Masyarakat, Vaksinasi, Penyakit Hati, Pencegahan Penyakit