Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

Anjing Laut Positif Flu Burung, Australia Catat Infeksi Pertama pada Mamalia

2026-08-23 17:06 WIB · aindari · 👁 841 dibaca

Seekor anjing laut berbulu hidung panjang yang ditemukan di South Australia dinyatakan positif flu burung, menandai kasus pertama infeksi virus H5 pada mamalia di Australia.

Australia menghadapi babak baru dalam wabah flu burung setelah seekor anjing laut berbulu hidung panjang yang ditemukan di kawasan pesisir Beachport — sekitar 300 kilometer selatan Adelaide — terkonfirmasi terinfeksi virus H5. Ini merupakan kasus pertama flu burung yang terdeteksi pada mamalia di negara tersebut, dan diumumkan pada Minggu.

Menteri Pertanian Federal Julie Collins menyebut temuan ini sebagai perkembangan yang mengkhawatirkan, meski bukan sesuatu yang sepenuhnya tak terduga. Menurutnya, penularan kemungkinan terjadi akibat kontak dengan burung liar yang terinfeksi atau paparan terhadap lingkungan yang sama. Collins juga menegaskan bahwa kasus anjing laut ini tampaknya berdiri sendiri dan tidak berkaitan dengan kematian atau penyakit pada mamalia laut lainnya.

Sejak wabah flu burung H5 pertama kali terdeteksi di Australia, total 298 kasus positif telah dicatat secara nasional. Dari jumlah itu, 194 kasus berasal dari South Australia — menjadikan negara bagian tersebut sebagai episentrum utama wabah. Menteri Lingkungan Hidup South Australia, Emily Bourke, menyebut tingkat temuan di wilayahnya sangat tinggi dan mengakui bahwa infeksi pada anjing laut memang sudah diantisipasi sebelumnya.

Meski demikian, Collins memastikan bahwa hingga saat ini belum ada bukti virus menyebar ke sektor peternakan unggas maupun pertanian. Ini menjadi kabar yang sedikit melegakan di tengah kekhawatiran akan potensi dampak ekonomi yang lebih luas jika sektor produksi pangan ikut terdampak.

Bourke mengingatkan bahwa tidak ada obat maupun metode yang dapat menghentikan penyebaran flu burung secara langsung. Pemerintah negara bagian dan federal saat ini bekerja sama dalam program vaksinasi nasional sebagai langkah mitigasi. Sebagai tindakan pencegahan, masyarakat diimbau untuk menjaga anjing peliharaan tetap menggunakan tali penuntun saat berada di luar ruangan dan memelihara kucing di dalam rumah guna meminimalkan risiko kontak dengan satwa liar yang berpotensi terinfeksi.

Kasus ini menambah kekhawatiran yang sebelumnya sudah muncul di Australia, termasuk laporan flu burung H5N1 di Tasmania serta pengujian terhadap puluhan penguin yang ditemukan mati. Penyebaran virus ke mamalia laut dinilai sebagai sinyal bahwa wabah ini terus berkembang melampaui populasi unggas liar.

Tag: flu burung, H5N1, Australia, mamalia laut, wabah