Teknologi Cloud Seeding OIKN Berhasil Picu Hujan di Kalimantan Timur
2026-08-24 17:09 WIB · aindari · 👁 543 dibaca

Operasi modifikasi cuaca selama empat hari berhasil menurunkan hujan di Mahakam Ulu dan Kutai Kartanegara, sekaligus menaikkan muka air di intake Sungai Sepaku.
Upaya rekayasa cuaca yang dijalankan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mulai Jumat 21 Agustus hingga Senin 24 Agustus membuahkan hasil. Hujan tercatat turun di beberapa wilayah Kalimantan Timur, termasuk Kabupaten Mahakam Ulu dan Kabupaten Kutai Kartanegara, sebagai dampak dari operasi modifikasi cuaca (OMC) yang masih berlangsung.
Data dari Pos Curah Hujan di Long Lebusan, kawasan hulu Sungai Mahakam, menunjukkan hujan terpantau di Kabupaten Mahakam Ulu pada Sabtu 22 Agustus antara pukul 02.00 hingga 02.30 WITA dengan intensitas sekitar 20 milimeter. Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, menyampaikan informasi tersebut di Nusantara pada Senin pagi.
Dampak OMC juga terasa di kawasan IKN sendiri. Muka air di intake Sungai Sepaku — salah satu sumber air baku utama ibu kota baru — naik dari elevasi +2,04 meter menjadi +2,05 meter pada pukul 08.20 WITA, atau bertambah sekitar satu sentimeter. Danis berharap kenaikan tersebut akan terus berlanjut seiring operasi yang masih berjalan.
Hingga Senin pukul 10.00 WITA, tim telah menyelesaikan lima sortie penerbangan menggunakan pesawat Casa 212 A-2105 yang beroperasi dari Markas Lanud Dhomber, Balikpapan. Setiap sortie membawa sekitar 800 kilogram natrium klorida (NaCl) sebagai bahan semai awan atau cloud seeding.
Menurut Danis, OMC merupakan pendekatan berbasis sains dan teknologi yang bekerja dengan cara menyemai awan berpotensi hujan secara terukur, dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer agar bahan semai dapat diarahkan tepat sasaran. Operasi ini bukan dilakukan sembarangan, melainkan melalui analisis atmosfer sebelum setiap penerbangan.
Misi ini digelar sebagai langkah antisipasi terhadap dampak El Niño, musim kering berkepanjangan, ancaman kekeringan, serta risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah IKN dan sekitarnya. OIKN menggandeng sejumlah lembaga dalam pelaksanaannya, antara lain Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Keberhasilan awal OMC ini menjadi sinyal positif bahwa teknologi modifikasi cuaca dapat menjadi salah satu instrumen mitigasi bencana iklim di kawasan IKN, khususnya untuk menjaga ketersediaan air permukaan di tengah tekanan musim kering yang semakin intens.
Tag: modifikasi cuaca, IKN Nusantara, cloud seeding, karhutla, Kalimantan Timur