Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Teknologi

ITAP 2026 Usung Format Baru, Fokus Bawa AI dan Robotika ke Lantai Produksi

2026-08-19 17:04 WIB · aindari · 👁 657 dibaca

Ajang Industrial Transformation Asia-Pacific kembali digelar Oktober 2026 di Singapura dengan kemitraan baru dan pendekatan yang lebih praktis bagi pelaku industri manufaktur.

Industrial Transformation Asia-Pacific (ITAP) 2026 akan berlangsung pada 21–22 Oktober di Suntec Singapore, kali ini dengan wajah yang berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Ajang dua tahunan ini kini dijalankan melalui kemitraan strategis antara Deutsche Messe — penyelenggara HANNOVER MESSE — dan Singapore Manufacturing Federation (SMF), sebuah federasi yang mewakili hampir 5.000 perusahaan manufaktur di Singapura, mayoritas berskala kecil dan menengah.

Perubahan paling mencolok ada pada format acaranya. Jika sebelumnya pameran menjadi daya tarik utama, ITAP 2026 menempatkan sesi konferensi sebagai inti, sementara pameran berperan sebagai pelengkap. Tema yang diusung, "Transform Tomorrow Today", mencerminkan pergeseran yang sedang terjadi di industri manufaktur regional: dari sekadar mencoba teknologi menuju penerapan dan integrasi secara komersial. Selama dua hari, para eksekutif, direktur pabrik, dan pengambil keputusan teknologi dapat mengeksplorasi topik AI industri, otomasi, digitalisasi, manufaktur pintar, hingga robotika canggih.

Ekosistem riset dan inovasi Singapura turut dilibatkan secara langsung. A*STAR, National Additive Manufacturing Innovation Cluster (NAMIC), National Robotics Programme (NRP), dan Sectoral AI Centre of Excellence for Manufacturing (AIMfg) semuanya masuk dalam agenda ITAP 2026. Keterlibatan lembaga-lembaga ini dimaksudkan untuk menjembatani dunia riset dengan kebutuhan industri yang nyata di lapangan.

Salah satu sesi yang dinantikan adalah keynote dari Mavarick Ho, Co-founder dan Vice President Advanced Development di NEURA Robotics. Ho akan membahas topik "Physical AI: Where Humanoid and Cognitive Robotics Is Actually Heading", mengupas ke mana arah perkembangan robot humanoid dan robotika kognitif dalam konteks industri. Empat tema besar akan mendominasi diskusi selama acara berlangsung: AI industri dan otomasi, manufaktur pintar dan digitalisasi, teknologi produksi canggih, serta manufaktur berkelanjutan.

Bagi anggota SMF — yang sebagian besar adalah produsen kecil dan menengah — ITAP 2026 dirancang agar tidak berhenti pada pertukaran informasi. Federasi akan menyediakan panduan yang menghubungkan anggotanya dengan kelompok industri dan skema dukungan yang relevan, sehingga kunjungan ke ajang ini dapat berlanjut menjadi langkah konkret. Wayne Yap, CEO SMF, menyatakan bahwa pertanyaan yang kini dihadapi produsen bukan lagi soal perlu tidaknya mengadopsi AI atau otomasi, melainkan investasi mana yang benar-benar memberi manfaat bagi lini produksi mereka.

ITAP 2026 juga membuka ruang bagi generasi berikutnya dengan menghadirkan program kunjungan bagi sekitar 150 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Singapura. Melalui program ini, mereka dapat menyaksikan langsung bagaimana AI, robotika, dan otomasi diterapkan oleh para insinyur dan direktur pabrik dalam operasi sehari-hari.

Edisi 2026 ini disebut sebagai fondasi menuju penyelenggaraan yang lebih besar pada 2027 di Marina Bay Sands, dengan skala pameran, program, dan partisipasi regional yang lebih luas. Pendaftaran untuk ITAP 2026 telah dibuka melalui situs resmi ajang ini.

Tag: ITAP 2026, manufaktur pintar, robotika, kecerdasan buatan, Singapura