Prabowo Mulai Proyek PLTS 100 GWp, Dorong Agenda Energi Nasional
2026-08-25 17:02 WIB · aindari · 👁 915 dibaca

Peluncuran proyek PLTS 100 GWp di Bali menjadi bagian dari dorongan pemerintah memperkuat energi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor.
Presiden Prabowo meluncurkan proyek pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS berkapasitas 100 GWp di Bali hari ini. Agenda ini menjadi sorotan ekonomi karena berkaitan dengan arah kebijakan energi nasional, terutama upaya memperbesar porsi energi domestik dan memperkuat ketahanan pasokan.
Proyek PLTS tersebut menempatkan energi surya sebagai salah satu fokus pemerintah dalam pengembangan infrastruktur energi. Dengan kapasitas yang disebut mencapai 100 GWp, peluncuran ini menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin mendorong proyek energi berskala besar sebagai bagian dari agenda pembangunan.
Dalam rangkaian kegiatan di Bali, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia turut hadir. Ia sempat melontarkan kelakar mengenai pelaksanaan proyek yang disebut berada di wilayah dengan basis politik kuat, merujuk pada suasana acara peluncuran tersebut. Pernyataan itu muncul dalam konteks sambutan di lokasi kegiatan.
Prabowo juga menyinggung disiplin kerja jajaran kabinet. Ia menyampaikan bahwa para menteri tidak memiliki ruang untuk berleha-leha, bahkan ketika ada hari besar keagamaan. Pesannya diarahkan pada tuntutan kerja pemerintah yang harus terus berjalan, dengan penekanan bahwa pejabat yang tidak mampu mengikuti ritme tersebut sebaiknya memberi jalan kepada pihak lain.
Pada kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan ucapan selamat Maulid Nabi kepada umat Islam. Namun, agenda pemerintahan tetap berlangsung, termasuk kegiatan peluncuran proyek energi di Bali. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa momentum keagamaan tidak menghentikan aktivitas resmi pemerintah pada hari tersebut.
Isu energi lain yang disampaikan Prabowo adalah keinginannya agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor minyak dan elpiji. Arahan itu langsung direspons Bahlil dengan sikap siap menjalankan perintah. Dalam konteks ekonomi, target semacam ini berkaitan dengan upaya menekan ketergantungan pasokan dari luar negeri, meski pelaksanaannya memerlukan kebijakan dan eksekusi lanjutan.
Peluncuran PLTS 100 GWp di Bali memberi sentimen penting bagi sektor energi karena menunjukkan prioritas pemerintah pada proyek pembangkit dan kemandirian energi. Dampaknya terhadap pasar, investasi, maupun biaya energi masih bergantung pada tahapan pelaksanaan, pendanaan, serta konsistensi kebijakan setelah seremoni peluncuran.
Tag: PLTS, energi, Prabowo, Bahlil, ekonomi