Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

Kemendikdasmen Beri Santunan untuk Guru dan Siswa Terdampak Gempa Flores

2026-08-25 17:11 WIB · aindari

Bantuan senilai Rp305 juta disalurkan kepada keluarga korban meninggal dunia serta guru dan murid yang terluka akibat gempa di Ngada dan Nagekeo, NTT.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyalurkan santunan sebesar Rp305 juta bagi guru dan murid yang menjadi korban gempa Flores di Kabupaten Ngada dan Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Bantuan itu ditujukan untuk keluarga korban meninggal dunia serta warga sekolah yang mengalami luka-luka akibat bencana.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, dalam keterangan yang diterima di Kupang pada Selasa, menyampaikan bahwa dukungan tersebut diberikan untuk membantu meringankan beban para korban. Dari total bantuan itu, Rp25 juta dialokasikan sebagai santunan duka. Rinciannya, Rp10 juta diberikan kepada keluarga satu guru yang meninggal dunia, sedangkan tiga murid yang meninggal masing-masing menerima Rp5 juta.

Kemendikdasmen juga menyalurkan santunan untuk korban luka dengan total Rp280 juta. Dari jumlah tersebut, Rp270 juta diperuntukkan bagi guru yang terluka, sementara Rp10 juta diberikan kepada murid yang mengalami luka-luka. Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap warga satuan pendidikan yang terdampak gempa di wilayah tersebut.

Pada Senin, 24 Agustus, Abdul Mu'ti mengunjungi SD Inpres Ngelapadhi di Kabupaten Ngada. Dalam kunjungan itu, ia menyerahkan bantuan sekaligus bertemu langsung dengan guru dan para murid. Anak-anak menyambut kedatangannya dengan menyanyikan lagu “Rukun Sama Teman”, lalu Mendikdasmen ikut bernyanyi bersama mereka.

Di sekolah tersebut, Abdul Mu'ti berdialog dengan murid dan menanyakan cita-cita mereka. Salah seorang siswa menyampaikan keinginannya menjadi anggota TNI. Menanggapi hal itu, Mendikdasmen memberi dorongan agar anak-anak tetap belajar, tidak mudah menyerah, dan berani menatap masa depan meski baru melalui situasi bencana.

Salah satu guru dari TKN Libunio, Maria Epivania Getrudis, turut menceritakan pengalamannya saat gempa terjadi. Ia dan suaminya sedang tidur ketika terbangun oleh teriakan keluarga yang memperingatkan adanya gempa. Mereka berlari keluar rumah tanpa sempat memperhatikan pijakan, bahkan Maria sempat terjatuh di tangga sebelum menuju tempat terbuka sekitar 100 meter dari rumah.

Setelah berada di lokasi aman, Maria baru menyadari dirinya dan anggota keluarganya terluka. Ia mengaku pengalaman itu masih membekas, sehingga getaran kecil pun kerap membuatnya teringat pada gempa. Abdul Mu'ti menyampaikan apresiasi kepada para guru yang tetap menjalankan peran mendidik dan menjaga semangat anak-anak di tengah kondisi pascagempa.

Tag: Kemendikdasmen, gempa Flores, NTT, santunan pendidikan, guru dan murid