Tim Kenanga UI, Satu-Satunya Mahasiswa S-1 yang Tembus Program Geosains Internasional SEG EVOLVE
2026-08-23 06:02 WIB · aindari · 👁 394 dibaca

Lima mahasiswa sarjana FMIPA Universitas Indonesia menjadi tim S-1 pertama dalam sejarah SEG EVOLVE dan diundang presentasi di Houston pada Agustus 2026.
Lima mahasiswa sarjana dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia berhasil menorehkan catatan langka di kancah geosains internasional. Tergabung dalam Tim Kenanga, mereka adalah Ellysa Dinda Nathasya, Michael Partogi, Hishnu Ghaitsul Hudna, Luthfan Zaidan Akbar, dan Muhammad Fairuz Ulya — dan keseluruhannya masih berstatus mahasiswa S-1.
Keistimewaan itu muncul dari fakta bahwa program yang mereka ikuti, SEG EVOLVE, selama ini didominasi mahasiswa pascasarjana dari bidang geosains, teknik, dan disiplin terkait. Tim Kenanga tercatat sebagai tim pertama sekaligus satu-satunya dalam program tersebut yang seluruh anggotanya berasal dari jenjang sarjana.
SEG EVOLVE sendiri merupakan program pengembangan karier berdurasi sekitar enam bulan yang dirancang menyerupai lingkungan kerja industri energi sesungguhnya. Peserta mengolah data nyata, bekerja bersama mentor profesional, menyusun strategi eksplorasi, dan mempresentasikan hasil analisis mereka. Tim Kenanga mengambil jalur Energy Exploration, yakni mengevaluasi prospek hidrokarbon berdasarkan data kawasan Eugene Island di selatan Teluk Meksiko. Proses itu mencakup analisis geologi, karakteristik batuan, data seismik, potensi cadangan, hingga kelayakan ekonomi, dengan memanfaatkan sejumlah perangkat lunak profesional yang digunakan industri energi global. Presentasi akhir mereka berlangsung pada 2 Juni 2026.
Dari hasil kerja tersebut, Tim Kenanga memperoleh undangan untuk mempresentasikan karya mereka di International Meeting for Applied Geoscience and Energy (IMAGE) 2026 di Houston, Amerika Serikat, yang digelar pada 17–20 Agustus 2026.
Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, menyambut positif pencapaian ini. Menurutnya, program semacam SEG EVOLVE penting untuk membangun kesiapan sumber daya manusia Indonesia menghadapi perubahan industri energi. Ia menekankan bahwa dunia kini membutuhkan generasi muda yang menguasai ilmu kebumian, teknologi digital, mampu bekerja lintas disiplin, serta memahami arah transisi energi yang berkelanjutan. Pengalaman mahasiswa dalam program ini, lanjutnya, tidak hanya soal penguasaan perangkat lunak atau analisis data seismik, tetapi juga pemahaman proses eksplorasi energi hingga pengambilan keputusan yang mempertimbangkan aspek ilmiah sekaligus bisnis.
Capaian Tim Kenanga hadir beriringan dengan prestasi lain dari Indonesia di forum geosains internasional. Pada 17 Agustus 2026, mahasiswa pascasarjana Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung meraih Imperial Barrel Award dalam pertemuan American Association of Petroleum Geologists (AAPG) di Houston. Dua pencapaian yang berdekatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia, bahkan sejak jenjang sarjana, memiliki peluang nyata untuk bersaing dalam lingkungan akademik dan industri energi global.
Tag: Universitas Indonesia, geosains, SEG EVOLVE, energi, mahasiswa berprestasi