Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

Dari Melbourne, Penerima Beasiswa LPDP Gelar Festival Ide untuk Selesaikan Masalah Indonesia

2026-08-26 06:13 WIB · aindari · 👁 396 dibaca

Mata Garuda LPDP Australia-Selandia Baru mengadakan Garuda Contribution Fest dan program persiapan kepulangan untuk menjaga kontribusi mahasiswa Indonesia di luar negeri.

Ribuan kilometer dari Indonesia tidak menyurutkan semangat para penerima beasiswa LPDP yang menempuh studi di Australia untuk tetap terlibat dalam upaya memajukan Tanah Air. Melalui organisasi Mata Garuda LPDP, mereka merancang serangkaian program yang menghubungkan gagasan akademik dengan kebutuhan nyata di Indonesia.

Salah satu wujud nyata keterlibatan itu adalah Garuda Contribution Fest yang digelar pada 22 Agustus. Acara ini menampilkan kompetisi bertajuk Ideathon, sebuah ajang di mana peserta ditantang untuk merumuskan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi Indonesia. Sekitar 40 orang mengikuti kompetisi tersebut, dengan proses yang tidak sekadar adu gagasan — para peserta mendapat pendampingan dari mentor sebelum mempresentasikan ide mereka di hadapan tiga juri dari kalangan akademisi dan pelaku usaha.

Jonathan Haposan, mahasiswa S3 Fakultas Kedokteran di University of Melbourne sekaligus Ketua Mata Garuda LPDP Australia-Selandia Baru, menyebut kompetisi itu sebagai salah satu cara organisasinya membantu peserta mengubah ide menjadi sesuatu yang lebih konkret dan berdampak. Selain aktif dalam kegiatan komunitas Indonesia di Melbourne, Jonathan juga terlibat dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia.

Di luar festival tersebut, Mata Garuda LPDP juga menyiapkan dua program lain yang berorientasi pada masa depan para mahasiswa setelah lulus. Anastasia Cindy Ahimsa Putri, wakil regional Australia Mata Garuda LPDP yang juga mahasiswa S2 Hubungan Internasional di University of Melbourne, menjelaskan bahwa kedua program itu mencakup persiapan kepulangan dan penguatan konektivitas dengan jaringan alumni.

Program persiapan kepulangan dirancang untuk membantu lulusan menghadapi tantangan psikologis saat kembali ke Indonesia. Cindy menyebut fenomena reverse culture shock sebagai salah satu hambatan nyata — perasaan canggung atau terasing yang kerap dialami mahasiswa ketika harus beradaptasi kembali dengan kondisi di Tanah Air setelah bertahun-tahun hidup di negara maju. Program ini untuk sementara baru menjangkau komunitas mahasiswa Indonesia di University of Melbourne, meski ke depan diharapkan dapat diperluas ke seluruh mahasiswa Indonesia di Australia dan Selandia Baru.

Mata Garuda sendiri merupakan organisasi resmi yang menaungi para penerima beasiswa LPDP, baik di dalam maupun luar negeri. Fungsinya mencakup penampungan aspirasi, pembangunan jaringan, serta penyaluran kontribusi pengabdian masyarakat dari para awardee di berbagai penjuru dunia.

Tag: LPDP, Mata Garuda, mahasiswa Indonesia, beasiswa, Melbourne