Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Nasional

Prabowo Tahan Pembangunan Hunian Tetap Korban Gempa Flores hingga BMKG Nyatakan Aman

2026-08-26 17:10 WIB · aindari · 👁 906 dibaca

Presiden menunggu rekomendasi resmi BMKG sebelum memulai rekonstruksi permanen, sementara korban meninggal tercatat 105 orang dan hampir 180 ribu warga masih mengungsi.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan hunian tetap maupun perbaikan rumah bagi para pengungsi gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, belum akan dimulai sebelum Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan wilayah terdampak sudah aman. Penegasan itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanganan dampak bencana di Markas Batalyon Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere, Desa Tonggurambang, Mbay, Kabupaten Nagekeo, Rabu.

Menurut Prabowo, keputusan untuk menunggu rekomendasi BMKG bukan semata soal prosedur, melainkan demi keselamatan warga. Ia mengakui semua pihak menginginkan pemulihan berjalan cepat, namun kondisi alam tidak bisa dipaksakan. Pemerintah, kata dia, akan sepenuhnya mengacu pada penilaian para ahli sebelum mengambil langkah rekonstruksi.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan kepada Presiden bahwa pihaknya mengevaluasi aktivitas seismik di Flores setiap hari. Pengumuman kondisi aman baru akan dikeluarkan apabila tren penurunan aktivitas gempa berlangsung selama enam hari berturut-turut. BMKG memperkirakan situasi di NTT mulai relatif stabil dalam empat minggu sejak gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Flores pada 15 Agustus 2026.

Dalam rapat yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan data terkini dampak bencana: 105 orang meninggal dunia, 1.678 orang mengalami luka-luka, 179.073 orang masih berada di pengungsian, dan 81.436 unit rumah rusak. Suharyanto menambahkan, jumlah pengungsi tidak hanya berasal dari warga yang rumahnya rusak, tetapi juga dari mereka yang memilih mengungsi karena khawatir terhadap gempa susulan. Sejak pekan lalu hingga Rabu, tercatat 143 kali gempa susulan terjadi di wilayah terdampak.

Meski pembangunan hunian tetap masih ditahan, Suharyanto mengungkapkan bahwa konstruksi hunian sementara berbahan semipermanen telah dimulai di Kabupaten Sikka. Hunian jenis ini dinilai lebih layak dibanding tenda darurat sekaligus memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap guncangan. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena turut melaporkan bahwa sebagian pengungsi di Sikka dan beberapa daerah lain sudah mulai kembali ke rumah masing-masing, meski proses pemulihan secara menyeluruh masih berlangsung.

Tag: Gempa Flores, NTT, BMKG, Prabowo Subianto, Pengungsi