Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Pemerintah Bidik Investasi Rp8.000 Triliun Lewat Sinergi Industri Olahraga

2026-08-29 17:06 WIB · aindari · 👁 913 dibaca

BKPM dan Kemenpora resmi berkolaborasi membuka keran investasi sektor olahraga yang tumbuh 8 persen per tahun.

Pemerintah melihat industri olahraga sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru yang belum digarap maksimal. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan bahwa sektor ini menyimpan peluang investasi senilai 521 miliar dolar AS atau sekitar Rp8.000 triliun — angka yang ia sebut berpotensi membawa perekonomian nasional ke level lebih tinggi.

Untuk mewujudkan potensi itu, BKPM dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menandatangani Nota Kesepahaman tentang Sinergi Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Pengembangan Investasi Sektor Keolahragaan di Jakarta pada Jumat, 28 Agustus 2026. Kerja sama ini mencakup harmonisasi kebijakan perizinan usaha, peningkatan layanan melalui sistem OSS, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, hingga pertukaran data perizinan antarinstansi.

Rosan menekankan bahwa kepastian regulasi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem investasi olahraga yang sehat. Ia merujuk pada PP Nomor 28 Tahun 2025 yang memberi BKPM kewenangan menerbitkan izin secara otomatis melalui mekanisme fiktif positif apabila kementerian terkait tidak menyelesaikan perizinan sesuai batas waktu yang disepakati dalam service level agreement. Sejak aturan itu berlaku, lebih dari 250 perizinan telah diterbitkan melalui mekanisme tersebut.

Menurut Rosan, dampak investasi di sektor olahraga tidak berhenti pada angka penanaman modal semata. Kegiatan olahraga berskala besar, misalnya, turut menggerakkan pariwisata dan industri pendukung lainnya — baik di kota penyelenggara maupun secara nasional.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menambahkan dimensi lain dari potensi tersebut. Ia menyebut industri olahraga global tumbuh sekitar 8 persen per tahun, melampaui laju pertumbuhan ekonomi banyak negara. Di luar itu, segmen pariwisata olahraga atau sport tourism bernilai hampir 600 miliar dolar AS dengan tren pertumbuhan yang juga signifikan — peluang yang dinilai belum dimanfaatkan Indonesia secara optimal.

Melalui nota kesepahaman ini, kedua kementerian juga menyepakati pengembangan promosi penanaman modal di bidang keolahragaan guna memperkuat ekosistem industri olahraga nasional. Pemerintah berharap kolaborasi lintas instansi ini dapat memberikan kepastian layanan bagi pelaku usaha sekaligus menarik lebih banyak investor masuk ke sektor yang selama ini belum menjadi prioritas utama investasi.

Tag: investasi olahraga, BKPM, Kemenpora, sport tourism, perizinan usaha