Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

Kapuas Luncurkan Portal Digital Pantau Lonjakan ISPA di Tengah Krisis Kabut Asap

2026-08-31 17:15 WIB · aindari · 👁 908 dibaca

Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas membuka portal pemantauan kasus ISPA dan kualitas udara secara real-time saat ribuan warga terdampak kabut asap karhutla.

Ribuan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam dua pekan terakhir mendorong Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, mengambil langkah konkret. Dinas Kesehatan setempat kini mengoperasikan portal pemantauan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan warga, yang dapat diakses melalui laman dinkes.kapuaskab.go.id/web/pemantauan-ispa-karhutla/.

Kepala Dinas Kesehatan Kapuas, dr Agus Waluyo, menyebut portal tersebut dirancang sebagai pusat informasi yang menyajikan data kasus ISPA terkini sekaligus kondisi kualitas udara berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Kehadiran platform ini dinilai mendesak, mengingat kabut asap saat ini tengah melanda wilayah Kapuas dalam status darurat.

Angka ISPA yang tercatat selama dua pekan terakhir mencapai 2.638 kasus, menjadikannya penyakit dengan jumlah kasus tertinggi di daerah itu. Agus berharap portal ini tidak sekadar menjadi sumber informasi publik, tetapi juga bahan evaluasi yang mendorong perbaikan layanan dan upaya pencegahan kesehatan di tingkat daerah.

Portal ini juga memuat penjelasan mengenai kategori ISPU sebagai panduan bagi masyarakat dalam menilai risiko kesehatan harian. ISPU dibagi dalam lima tingkatan: Baik (0–50) tanpa dampak kesehatan, Sedang (51–100) yang mulai memengaruhi kelompok sensitif seperti anak-anak dan lansia, Tidak Sehat (101–200) yang memicu iritasi saluran pernapasan, Sangat Tidak Sehat (201–300) yang memperparah kondisi penderita ISPA, pneumonia, dan penyakit jantung, hingga Berbahaya (301–400) di mana bahkan orang sehat pun rentan mengalami kelelahan serius. Sejumlah wilayah di Kalimantan saat ini dilaporkan masuk kategori tidak sehat hingga berbahaya, dengan beberapa daerah mencatat nilai ISPU di atas 300.

Menghadapi kondisi tersebut, warga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan, selalu mengenakan masker saat keluar rumah, menjaga daya tahan tubuh melalui asupan bergizi dan istirahat cukup, serta rutin memantau informasi ISPU sebelum beraktivitas. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan diminta lebih berhati-hati.

Pemkab Kapuas juga telah menyiapkan fasilitas rumah oksigen di Jalan Ahmad Yani, Kuala Kapuas, sebagai pertolongan pertama bagi warga yang mengalami sesak napas akibat paparan asap. Agus mengimbau siapa pun yang merasakan gejala ISPA seperti batuk, pilek, atau sesak napas agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Tag: ISPA, karhutla, kabut asap, Kapuas, kualitas udara