Studi: Perempuan Menopause yang Terapkan Pola Makan Nabati Punya Risiko Penyakit Jantung Lebih Rendah
2026-08-29 06:08 WIB · aindari · 👁 536 dibaca

Penelitian selama dua dekade terhadap hampir 67.000 perempuan pasca-menopause menunjukkan bahwa pola makan berbasis nabati berkaitan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular hingga 28 persen.
Sebuah studi baru yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Society for Nutrition menemukan bahwa perempuan pasca-menopause yang mengikuti Planetary Health Diet memiliki risiko penyakit jantung yang jauh lebih rendah dibanding mereka yang tidak menerapkan pola makan serupa. Temuan ini menambah bukti ilmiah tentang manfaat pola makan berbasis nabati bagi kesehatan kardiovaskular.
Penelitian tersebut melibatkan hampir 67.000 perempuan pasca-menopause dengan usia rata-rata 63 tahun. Seluruh peserta tidak memiliki riwayat penyakit kardiovaskular saat studi dimulai. Mereka mengisi kuesioner untuk mengukur seberapa dekat pola makan sehari-hari mereka dengan prinsip Planetary Health Diet, lalu dipantau selama sekitar 20 tahun untuk melihat siapa yang akhirnya mengembangkan penyakit kardiovaskular.
Planetary Health Diet sendiri merupakan pola makan yang mengutamakan konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan. Sebaliknya, pola makan ini membatasi asupan ikan, unggas, produk susu, telur, daging merah, daging olahan, biji-bijian olahan, lemak tak jenuh, serta gula tambahan. Hasilnya, perempuan yang pola makannya paling mendekati standar diet ini memiliki risiko penyakit kardiovaskular secara keseluruhan 28 persen lebih rendah dibanding kelompok yang paling jauh dari pola tersebut.
Hasil ini dinilai sejalan dengan berbagai penelitian sebelumnya yang mengaitkan pola makan berbasis nabati dengan penurunan faktor risiko utama penyakit jantung, seperti kadar kolesterol, tekanan darah, dan tingkat peradangan dalam tubuh. Ahli gizi terdaftar asal Kanada, Sarah Glinski, menyatakan bahwa pola makan yang didominasi bahan nabati memang berkaitan dengan tingkat risiko penyakit jantung yang lebih rendah.
Meski demikian, studi ini memiliki sejumlah keterbatasan yang perlu diperhatikan. Penelitian belum diterbitkan dalam jurnal ilmiah dan belum melalui proses penelaahan sejawat. Selain itu, data yang digunakan sepenuhnya bersumber dari laporan mandiri para peserta, yang berpotensi menimbulkan bias dalam hasil analisis.
Bagi yang tertarik mencoba Planetary Health Diet, para peneliti menyarankan agar perubahan dilakukan secara bertahap dan realistis. Donya Shahamati, mahasiswa doktoral di Sekolah Kependudukan dan Kesehatan Masyarakat Joe C. Wen UC Irvine sekaligus penulis utama studi, menegaskan bahwa seseorang tidak perlu menjalani pola makan yang sempurna untuk merasakan manfaatnya. Langkah kecil seperti mengganti sereal sarapan dengan oatmeal, menukar mentega dengan minyak zaitun, atau menetapkan satu hari bebas daging dalam seminggu sudah bisa menjadi titik awal yang berarti.
Planetary Health Diet dipandang sebagai salah satu pilihan pola makan tinggi serat dan rendah lemak yang dapat mendukung kesehatan jantung jangka panjang, terutama bagi perempuan yang memasuki fase pasca-menopause — kelompok yang secara alami menghadapi peningkatan risiko kardiovaskular seiring perubahan hormonal.
Tag: penyakit jantung, pola makan nabati, Planetary Health Diet, perempuan menopause, kesehatan kardiovaskular