Tabung Gas CNG 3 Kg Mulai Diuji ke Pengguna Nyata, Hasil Evaluasi Ditarget September
2026-09-01 06:07 WIB · aindari · 👁 560 dibaca

Pemerintah memasuki fase baru uji coba tabung CNG 3 kilogram dengan melibatkan pengguna langsung di lingkungan Lemigas, termasuk pelaku UMKM.
Program pengembangan tabung compressed natural gas (CNG) berukuran 3 kilogram kini memasuki babak baru. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan uji coba telah bergeser dari pengujian teknis tabung semata menuju tahap pemakaian langsung oleh masyarakat, meski cakupannya masih dibatasi di lingkungan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan hal itu usai mengikuti Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin. Ia menjelaskan bahwa selama satu bulan ke depan, tabung CNG 3 kg akan digunakan dan dievaluasi secara langsung oleh pengguna, berbeda dari tahapan sebelumnya yang masih berfokus pada performa fisik tabung. Hasil evaluasi menyeluruh — mencakup kinerja tabung sekaligus respons pengguna — ditargetkan rampung pada September ini.
Adapun kelompok yang dilibatkan dalam uji coba tahap ini adalah warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di kawasan internal Lemigas. Keterlibatan UMKM dinilai relevan karena segmen inilah yang selama ini bergantung pada LPG 3 kilogram bersubsidi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menambahkan bahwa teknologi CNG sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Gas ini sudah lama dimanfaatkan di sektor perhotelan, restoran, dan kafe, serta dalam program Makan Bergizi Gratis, namun selama ini hanya tersedia dalam tabung berkapasitas besar di atas 10 hingga 20 kilogram. Tantangan terbesar dalam menghadirkan versi 3 kilogram justru terletak pada aspek teknis: tekanan gas CNG berkisar 200 hingga 250 bar, jauh melampaui tekanan LPG yang hanya berada di rentang 5 hingga 10 bar.
Pemerintah mendorong pengembangan CNG sebagai alternatif LPG 3 kilogram dengan alasan strategis: seluruh bahan baku CNG tersedia di dalam negeri, sehingga dapat menekan ketergantungan pada impor energi. Faktor ini semakin relevan seiring temuan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang berpotensi dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Bahlil menegaskan uji coba harus terus berjalan agar kajian penggunaan CNG sebagai substitusi LPG dapat dilakukan secara komprehensif sebelum kebijakan lebih lanjut diambil.
Tag: CNG, energi, LPG, Kementerian ESDM, gas bumi