Trump Siapkan Eskalasi Serangan AS jika Iran Tetap Menolak Negosiasi
2026-07-15 10:31 WIB · aindari

Donald Trump menyebut serangan Amerika Serikat terhadap Iran akan berlanjut dan dapat diperluas ke pembangkit listrik, jembatan, serta fasilitas energi bila Teheran tidak kembali berunding.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran bahwa operasi militer AS akan terus berjalan dan dapat meningkat dalam beberapa hari mendatang jika Teheran tidak kembali ke jalur perundingan. Pernyataan itu ia sampaikan dalam wawancara dengan Fox News pada Selasa, di tengah meningkatnya ketegangan Washington dan Teheran.
Trump mengatakan pasukan AS masih akan menyerang sasaran-sasaran di Iran sampai ia memerintahkan penghentian operasi. Ia menyebut Washington telah menargetkan berbagai lokasi di sepanjang pesisir Iran dan menegaskan tekanan itu belum selesai. Menurut dia, Iran tidak punya pilihan selain mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Dalam wawancara yang sama, Trump menyatakan fasilitas energi belum menjadi sasaran utama saat ini. Namun, ia mengatakan sektor tersebut dapat diserang pada tahap akhir. Ia juga memperingatkan bahwa mulai pekan depan serangan bisa diperluas ke pembangkit listrik dan jembatan Iran jika Teheran tetap menolak berunding.
Trump mengklaim komunikasi antara pejabat kedua negara masih berlangsung hingga sekitar satu jam sebelum wawancara dilakukan. Ia juga mengatakan kedua pihak hampir mencapai kesepakatan dua hari sebelumnya, tetapi menurutnya Iran membatalkannya pada saat terakhir. Trump menilai tekanan militer merupakan cara yang diperlukan untuk membawa Iran kembali ke meja perundingan.
Soal Selat Hormuz, Trump menyatakan Amerika Serikat ingin jalur pelayaran penting itu tetap terbuka untuk lalu lintas internasional. Ia mengatakan sempat mempertimbangkan pengenaan biaya, tetapi kemudian menilai jalur tersebut sebaiknya tetap bebas karena negara-negara Teluk memilih meningkatkan belanja mereka di Amerika Serikat.
Pernyataan Trump muncul setelah Komando Pusat AS atau CENTCOM mengumumkan serangan baru terhadap Iran. Menurut CENTCOM, operasi itu ditujukan untuk melemahkan kemampuan Teheran menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. CENTCOM juga menyatakan Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade laut terhadap Iran dengan mengerahkan lebih dari 20 kapal perang Angkatan Laut AS dan ratusan pesawat militer di Timur Tengah.
Ketegangan kedua negara meningkat dalam beberapa hari terakhir meski sebelumnya Washington dan Teheran menyepakati nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik. Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC pada Selasa mengeklaim telah menghancurkan sejumlah persenjataan dan pesawat nirawak Amerika Serikat dalam serangan di Bahrain dan Kuwait.
Tag: Amerika Serikat, Iran, Donald Trump, Selat Hormuz, Timur Tengah