Destry Damayanti Pimpin Bank Indonesia, Tiga Pejabat Baru Dilantik Serentak
2026-09-02 17:01 WIB · aindari · 👁 715 dibaca

Destry Damayanti resmi menjabat Gubernur BI periode 2026-2031 setelah mengucapkan sumpah di hadapan Ketua Mahkamah Agung, didampingi dua pejabat baru lainnya.
Kursi pimpinan Bank Indonesia kini resmi berganti. Destry Damayanti dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia untuk masa jabatan 2026-2031 pada Rabu di Jakarta, dengan mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung Sunarto. Pelantikan ini menandai transisi kepemimpinan bank sentral yang telah berlangsung sejak pertengahan tahun ini.
Bersamaan dengan pelantikan Destry, dua pejabat lain juga mengucapkan sumpah pada kesempatan yang sama. Aida S. Budiman dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior BI, sementara Solikin M. Juhro mengisi posisi Deputi Gubernur, keduanya untuk periode yang sama, 2026-2031. Seluruh proses pelantikan berlandaskan Keputusan Presiden Nomor 92/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dewan Gubernur Bank Indonesia tertanggal 1 September 2026.
Dalam sumpah jabatan yang diucapkan ketiganya, terdapat komitmen tegas untuk menjaga integritas: tidak memberikan atau menjanjikan imbalan apa pun kepada pihak mana pun, baik secara langsung maupun tidak langsung, serta menolak segala bentuk pemberian atau janji terkait pelaksanaan tugas mereka. Ketiganya juga bersumpah setia kepada negara, konstitusi, dan haluan negara, serta berjanji menjalankan kewajiban dengan penuh tanggung jawab.
Proses menuju pelantikan ini melewati beberapa tahap. DPR RI mengesahkan ketiga nama tersebut dalam Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 pada Selasa, 1 September 2026, sehari sebelum pelantikan berlangsung. Sebelumnya, Komisi XI DPR RI telah menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap para calon pada 26 dan 27 Agustus 2026.
Asal-usul pergantian ini bermula dari pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI pada 25 Juli 2026. Destry, yang sebelumnya menjabat Deputi Gubernur Senior, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur Sementara. Pemerintah lalu merekomendasikan Destry sebagai calon tunggal gubernur definitif melalui Surat Presiden kepada DPR. Posisi Deputi Gubernur Senior yang ditinggalkan Destry diisi Aida sebagai calon tunggal, sedangkan untuk posisi Deputi Gubernur terdapat dua kandidat, yakni Solikin M. Juhro dan M. Anwar Bashori, dengan Solikin yang akhirnya terpilih. Seluruh nama yang diajukan berasal dari internal bank sentral.
Dalam uji kelayakan, Destry memaparkan visinya untuk menjadikan BI sebagai lembaga yang tetap relevan menghadapi berbagai tantangan, sekaligus kredibel dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Visi ini menjadi pijakan awal kepemimpinannya di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.
Tag: Bank Indonesia, Destry Damayanti, Gubernur BI, kebijakan moneter, pelantikan