Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

Mendikdasmen Luncurkan Program STEM Nasional untuk PAUD, Tekankan Pendekatan Murah dan Menyenangkan

2026-09-03 17:15 WIB · aindari · 👁 813 dibaca

Abdul Mu'ti menegaskan pengenalan STEM di tingkat PAUD tidak memerlukan peralatan mahal karena bisa memanfaatkan fenomena alam dan lingkungan sehari-hari.

Pemerintah resmi meluncurkan Program STEM Nasional untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di PAUD Terpadu Kalirejo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Kamis. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti hadir langsung membuka kegiatan tersebut dan menegaskan bahwa pengenalan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika sejak usia dini bukan sesuatu yang rumit maupun membutuhkan biaya besar.

Mu'ti menyebut program ini akan mengusung konsep yang ia sebut STEM 5M — mudah, murah, menggembirakan, mindful, dan meaningful. Konsep ini dirancang untuk meruntuhkan anggapan lama bahwa sains identik dengan kesulitan dan biaya tinggi. Menurutnya, perubahan pola pikir adalah langkah pertama yang harus dilakukan, sejalan dengan teori growth mindset yang menekankan pentingnya membangun mentalitas sebelum memulai sesuatu.

Dalam praktiknya, sekolah tidak diwajibkan membeli peralatan laboratorium atau alat permainan edukatif yang harganya mahal. Seluruh satuan pendidikan, kata Mu'ti, dapat memanfaatkan benda-benda di sekitar maupun fenomena alam yang dijumpai sehari-hari sebagai media pembelajaran. Ia mencontohkan peristiwa hujan atau banjir sebagai bahan ajar STEM yang relevan dan mudah diakses oleh siapa pun.

Khusus untuk jenjang PAUD, tujuan utama pembelajaran STEM diarahkan pada pembangunan rasa ingin tahu anak serta penanaman kesadaran terhadap lingkungan nyata di sekitar mereka. Harapannya, murid PAUD kelak mampu memahami dan menerapkan prinsip-prinsip dasar STEM dalam kehidupan sehari-hari secara sederhana dan kontekstual.

Mu'ti juga memberikan pesan khusus kepada para guru dan tenaga pendidik PAUD agar tidak mendominasi pembelajaran STEM dengan muatan kognitif semata. Ia mendorong pendekatan yang lebih holistik, yakni dengan memperbanyak ruang gerak, imajinasi, dan interaksi antarsiswa. Pembelajaran yang melibatkan pancaindra dinilai jauh lebih sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini dibanding penyampaian materi pengetahuan secara satu arah.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memperkuat implementasi STEM secara nasional, termasuk melalui penerbitan panduan kurikulum dan penguatan kapasitas guru. Program STEM di PAUD juga dikaitkan dengan dukungan terhadap kebijakan wajib belajar 13 tahun yang tengah didorong pemerintah.

Tag: STEM, PAUD, Pendidikan Anak Usia Dini, Abdul Mu'ti, Kemendikdasmen