Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

IAHN Mpu Kuturan Gelar Metatah Massal ke-10, 351 Peserta dari Bali hingga NTT Ikut Serta

2026-08-31 06:18 WIB · aindari · 👁 356 dibaca

Kampus Hindu negeri di Singaraja memfasilitasi ritual potong gigi massal untuk meringankan biaya umat dari berbagai daerah.

Sebanyak 351 peserta mengikuti upacara metatah atau potong gigi massal yang diselenggarakan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja di kampus mereka, Kabupaten Buleleng, Bali. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu ini merupakan penyelenggaraan ke-10 dan menjadi salah satu bentuk pelayanan keagamaan kampus kepada masyarakat luas.

Peserta datang dari berbagai penjuru, tidak hanya dari Bali — meliputi Kabupaten Buleleng, Jembrana, Karangasem, dan Tabanan — tetapi juga dari luar pulau, yakni Kediri, Blitar, serta Nusa Tenggara Timur. Ketua Panitia Pelaksana Metatah, Ida Bhawati Dr. Ketut Agus Nova, menyampaikan hal tersebut langsung di lokasi acara.

Dalam tradisi Hindu, metatah bukan sekadar ritual fisik. Upacara ini bermakna sebagai proses pengendalian sifat-sifat buruk dalam diri manusia sekaligus penanda kedewasaan secara keagamaan. Rangkaian prosesinya panjang dan berlapis: dimulai dari registrasi, dilanjutkan upacara penyekeban atau magekeb sebagai tahap persiapan dan penyucian diri. Sebelum prosesi utama, peserta menjalani mabiyakala untuk pembersihan dari pengaruh negatif, durmanggala sebagai penyucian dari hal-hal buruk, dan prayascita yakni penyucian lahir dan batin.

Peserta kemudian bersembahyang memohon anugerah kepada Dewaning Tatah, manifestasi Tuhan yang diyakini melindungi dan melancarkan jalannya upacara. Prosesi berlanjut dengan natab banten menek bajang — penerimaan berkah melalui sarana persembahan menuju kedewasaan — yang mencakup ngeraja swala bagi perempuan dan ngeraja singa bagi laki-laki. Setelah itu, peserta menjalani mapetik atau pemotongan rambut simbolis, lalu merajah berupa pemberian simbol-simbol suci pada tubuh, sebelum akhirnya menjalani prosesi metatah di balai yang telah disiapkan, didampingi keluarga masing-masing. Rangkaian ditutup dengan ngarga tirta, mapedudusan, natab banten petatahan, pangubaktian, sembah sungkem kepada orang tua, dan pembacaan Parama Santi sebagai doa penutup.

Wakil Rektor III IAHN Mpu Kuturan Singaraja, Dr. I Nyoman Miarta Putra, M.Ag., menyatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen kampus dalam mendukung program Kementerian Agama Berdampak yang digagas Kementerian Agama RI bersama Ditjen Bimas Hindu. Kegiatan digerakkan melalui UKM Upakara dengan dukungan civitas akademika dan mendapat apresiasi dari Rektor IAHN Mpu Kuturan beserta jajaran.

Menurut Miarta Putra, penyelenggaraan metatah massal ini sekaligus menjadi bentuk pengabdian masyarakat yang inklusif dan berdampak langsung bagi umat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat di masa mendatang.

Tag: IAHN Mpu Kuturan, metatah, ritual Hindu, potong gigi massal, Buleleng