Fadli Zon Ajak Kreator Muda Jadikan Budaya Indonesia Magnet di Ruang Digital
2026-09-01 06:08 WIB · aindari · 👁 585 dibaca

Menteri Kebudayaan berharap konten budaya yang membanjiri platform digital pada akhirnya mendorong lebih banyak masyarakat mengunjungi museum dan cagar budaya.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyerukan kepada para kreator konten, terutama generasi muda, agar aktif mengisi platform digital dengan konten seputar budaya, sejarah, museum, dan cagar budaya Indonesia. Seruan itu disampaikan dalam Malam Anugerah Pemenang Lomba Konten Video Kreatif "Aku dan Budayaku" yang digelar di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Senin.
Fadli memandang ruang digital sebagai kanal strategis untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia secara luas. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, menurutnya, membuka peluang bagi informasi budaya dan peradaban untuk menjangkau khalayak yang jauh lebih besar dibanding cara-cara konvensional. Ia berharap kehadiran konten budaya yang masif di dunia maya kelak berbanding lurus dengan meningkatnya kunjungan masyarakat ke museum dan situs cagar budaya.
Para peserta lomba dinilai Fadli memiliki kapasitas nyata sebagai promotor kebudayaan. Kompetisi ini diikuti 1.931 peserta dari 35 provinsi, dan dari jumlah itu terpilih 18 karya terbaik sebagai pemenang. Peserta berkompetisi melalui tiga platform — YouTube Shorts, Instagram Reels, dan TikTok — dalam dua kategori, yakni pelajar dan umum.
Fadli menegaskan bahwa Indonesia menyimpan sumber materi konten yang nyaris tak terbatas. Ia menyebut angka 1.340 etnis dan 718 bahasa yang dimiliki Indonesia, ditambah 743 cagar budaya nasional yang telah terdaftar dan ditetapkan, serta 2.727 warisan budaya takbenda. Koleksi Museum Nasional Indonesia saja mencapai sekitar 190 ribu item — sebuah tambang inspirasi yang menurutnya tidak akan pernah habis digali.
Selain kuantitas konten, Fadli juga menekankan pentingnya kualitas narasi. Konten budaya, katanya, perlu dikemas dengan cara yang menarik sekaligus informatif agar pesan yang disampaikan benar-benar sampai dan meninggalkan kesan bagi penonton. Ia berharap semakin banyaknya konten budaya, sejarah, dan warisan takbenda di platform digital akan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan bangsa.
Kepada peserta yang belum meraih penghargaan, Fadli tetap memberikan apresiasi dan mendorong mereka untuk terus berkarya dengan mengangkat kekayaan budaya di daerah masing-masing. Ia juga menyatakan harapannya agar lomba "Aku dan Budayaku" dijadikan agenda rutin guna mendorong keterlibatan generasi muda yang lebih luas dalam upaya pemajuan kebudayaan nasional.
Tag: kebudayaan, kreator konten, generasi muda, museum, warisan budaya