Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Nasional

Dari Perintah Soekarno hingga Pengakuan Dunia: Perjalanan Panjang PMI

2026-09-04 06:01 WIB · aindari · 👁 496 dibaca

Setiap 3 September diperingati sebagai Hari Palang Merah Indonesia, menandai momen bersejarah ketika Presiden Soekarno memerintahkan pembentukan badan kemanusiaan nasional pada 1945.

Tanggal 3 September bukan sekadar hari biasa bagi dunia kemanusiaan Indonesia. Pada hari itulah, tepat beberapa pekan setelah proklamasi kemerdekaan, Presiden Soekarno menginstruksikan Menteri Kesehatan dr. Buntaran Martoatmodjo untuk membangun sebuah badan Palang Merah Nasional — sebuah langkah yang kelak menjadi fondasi lahirnya Palang Merah Indonesia.

Sejatinya, gagasan mendirikan organisasi palang merah milik bangsa sendiri sudah bergulir jauh sebelum kemerdekaan. Sejak 1873, pemerintah kolonial Belanda telah mengoperasikan organisasi palang merah di Hindia Belanda yang dikenal sebagai Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie atau NERKAI. Namun organisasi itu dibubarkan ketika Jepang menduduki Indonesia. Upaya membangun lembaga serupa yang bersifat nasional mulai dirintis pada 1932 oleh dua dokter, yakni dr. RCL Senduk dan dr. Bahder Djohan. Rencana mereka bahkan sempat diajukan dalam konferensi NERKAI pada 1940, meski akhirnya ditolak.

Momentum kemerdekaan membuka jalan bagi gagasan yang lama tertunda itu. Dua hari setelah perintah Soekarno, pada 5 September 1945, dibentuklah Panitia Lima yang bertugas mempersiapkan organisasi palang merah nasional. Panitia ini diketuai dr. R. Mochtar, dengan dr. Bahder Djohan sebagai sekretaris, serta dr. Djuhana, dr. Marzuki, dan dr. Sitanala sebagai anggota.

Hasil kerja panitia itu terwujud dua pekan kemudian. Pada 17 September 1945, Perhimpunan Palang Merah Indonesia resmi berdiri dengan Drs. Mohammad Hatta sebagai ketua pertamanya. Tanggal ini kemudian ditetapkan sebagai hari berdirinya PMI sekaligus Hari Palang Merah Nasional, sehingga September memiliki dua momen penting bagi organisasi ini: 3 September sebagai Hari Palang Merah Indonesia dan 17 September sebagai hari lahir PMI.

Sejak awal berdirinya, PMI langsung terjun dalam kerja-kerja kemanusiaan di tengah gejolak revolusi. Organisasi ini membantu para korban perang sekaligus terlibat dalam proses pemulangan tawanan perang dari pihak Sekutu maupun Jepang. Kiprah tersebut mengantarkan PMI pada pengakuan internasional: pada 1950, PMI resmi diterima sebagai anggota gerakan Palang Merah Internasional. Di dalam negeri, keberadaan PMI diperkuat secara hukum melalui Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 1959 dan selanjutnya Keputusan Presiden Nomor 246 Tahun 1963.

Hingga kini, PMI terus berkembang melampaui peran awalnya sebagai organisasi bantuan korban konflik. Layanan donor darah, pertolongan pertama, penanganan bencana alam, dan berbagai kegiatan sosial-kesehatan lainnya menjadi bagian dari aktivitas rutin PMI yang melibatkan jaringan relawan di seluruh penjuru negeri. Peringatan Hari Palang Merah Indonesia setiap 3 September menjadi pengingat atas perjalanan panjang organisasi ini sekaligus penghargaan atas dedikasi para relawan yang terus melayani masyarakat.

Tag: PMI, Palang Merah Indonesia, Hari Palang Merah Indonesia, Soekarno, Kemanusiaan