Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Nasional

Delapan Bandara Tutup Akibat Abu GAK, Uji Kertas Digelar Tiap 30 Menit

2026-09-07 06:05 WIB · aindari · 👁 728 dibaca

Kementerian Perhubungan memperketat pemantauan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dengan pengujian paper test setiap setengah jam di seluruh bandara yang berpotensi terdampak.

Delapan bandara di Pulau Jawa, Bali, dan Sumatera ditutup sementara hingga pukul 24.00 WIB menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang menyebarkan abu vulkanik ke jalur penerbangan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan keputusan penutupan diambil berdasarkan hasil evaluasi bersama BMKG dan seluruh pemangku kepentingan penerbangan pada Minggu (6/9) sore.

Kedelapan bandara yang ditutup mencakup Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Halim Perdanakusuma Jakarta, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara Bandung, Budiarto Curug Tangerang, Pondok Cabe Tangerang Selatan, Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan. Sebanyak 1.558 penerbangan dilaporkan terdampak akibat penutupan tersebut.

Untuk memastikan kondisi lapangan terpantau secara real-time, Kemenhub menerapkan pengujian paper test setiap 30 menit. Metode ini tidak hanya diberlakukan di delapan bandara yang sudah ditutup, tetapi juga diperluas ke bandara-bandara lain, terutama yang berada di jalur timur sebaran abu vulkanik. Hingga pemantauan terakhir, seluruh delapan bandara terdampak masih menunjukkan hasil positif keberadaan abu vulkanik, sehingga operasional penerbangan belum bisa dipulihkan.

Salah satu faktor yang meningkatkan kewaspadaan pemerintah adalah perubahan arah angin. Dudy menyebutkan angin yang semula bergerak ke barat kini berbalik menuju timur dengan kecepatan lima knot pada ketinggian 15 ribu kaki. Perubahan ini memunculkan kekhawatiran bahwa sebaran abu vulkanik berpotensi meluas ke wilayah yang sebelumnya tidak terdampak, sehingga pengawasan diperlebar ke lebih banyak titik.

Selain uji kertas per 30 menit, pemerintah juga memperbarui hasil pemantauan secara menyeluruh setiap empat jam dengan memadukan data dari BMKG, pengelola bandara, AirNav, dan instansi terkait lainnya. Dudy meminta Angkasa Pura dan BMKG terus menyampaikan perkembangan kondisi secara berkala agar masyarakat mendapat informasi terkini mengenai status operasional bandara.

Menhub menegaskan setiap keputusan terkait pembukaan maupun perpanjangan penutupan bandara akan sepenuhnya didasarkan pada hasil pemantauan lapangan, dengan keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama. Pengawasan intensif akan terus berlangsung hingga kondisi dinyatakan benar-benar aman bagi seluruh operasional penerbangan di wilayah terdampak.

Tag: Gunung Anak Krakatau, erupsi, bandara, abu vulkanik, Kemenhub