Delapan Orang Termasuk Lima Jurnalis Masih Dicari di Perairan Krakatau, Hasil Nihil
2026-09-09 18:00 WIB · aindari · 👁 580 dibaca

Tim SAR gabungan menyisir perairan Selat Sunda dari Pulau Sebesi hingga kawasan Krakatau, namun belum menemukan tanda keberadaan delapan orang yang hilang kontak sejak Senin.
Operasi pencarian delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari ketiga tanpa hasil. Tim SAR gabungan terus menyisir kawasan perairan Lampung, dari Pulau Sebesi hingga sekitar Gunung Anak Krakatau, namun hingga Rabu (11/9) belum ditemukan satu pun petunjuk keberadaan korban maupun kapal yang mereka tumpangi.
Kepala Pos SAR Bakauheni Basarnas Lampung, Rezie Kuswara, menyatakan penyisiran pada hari ini difokuskan di jalur perairan antara Pulau Sebesi dan kawasan Krakatau. Petugas juga menjangkau perairan di sekitar Pulau Krakatau Besar, Krakatau Kecil, serta melakukan pemantauan di sekitar Pulau Sertung guna memastikan tidak ada jejak korban maupun kapal di sana. Meski demikian, seluruh upaya itu belum membuahkan hasil.
Kedelapan orang yang dicari terdiri atas tiga kru speed boat dan lima jurnalis. Kru kapal meliputi Warta (55) selaku kapten, Surakman (60) sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto (49) yang bertugas sebagai pemandu. Adapun kelima jurnalis adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas. Mereka dilaporkan hilang kontak sejak Senin, 7 September, di perairan Selat Sunda wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten.
Operasi pencarian berlangsung di bawah bayang-bayang aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih aktif. Tim SAR memantau kondisi gunung tersebut secara terus-menerus selama operasi berjalan. Berdasarkan pantauan di lapangan, gunung itu masih mengalami erupsi meski dengan intensitas yang relatif kecil. Kepulan asap dan abu vulkanik di sekitar kawasan tersebut juga dilaporkan mulai berkurang dibanding kondisi sebelumnya. Keselamatan personel pencari tetap menjadi prioritas utama mengingat lokasi operasi berada di kawasan yang masih dipengaruhi aktivitas vulkanik.
Dukungan untuk operasi ini terus diperkuat. Basarnas Lampung mengerahkan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) setelah menerima Rencana Operasi SAR dari Basarnas Banten pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.33 WIB. Permintaan dukungan itu mencakup penambahan personel dan alat utama SAR guna memperluas jangkauan pencarian. Tim SAR gabungan menyatakan akan terus menyisir sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban hingga informasi mengenai mereka berhasil diperoleh.
Tag: SAR, jurnalis hilang, Selat Sunda, Gunung Anak Krakatau, Basarnas