Drone Termal Disiagakan untuk Lacak Rombongan Jurnalis yang Hilang di Perairan Selat Sunda
2026-09-09 06:07 WIB · aindari · 👁 1,1rb dibaca

SAR Banten mengerahkan dua drone termal dari kapal KN SAR Tetuka sebagai alternatif pencarian udara yang terhambat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Operasi pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki babak baru. Kantor SAR Banten menyiapkan dua unit drone termal untuk menyisir kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau dari udara, menyusul ketidakmungkinan penggunaan helikopter maupun pesawat akibat abu vulkanik yang masih menyebar di wilayah tersebut. Rombongan jurnalis itu sebelumnya bertolak menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, dengan tujuan Gunung Anak Krakatau, namun kemudian kehilangan kontak.
Koordinator Operasi SAR Rizky Dwianto menyampaikan, kedua drone termal tersebut ditempatkan di atas kapal KN SAR Tetuka dan akan diterbangkan saat kapal berada di sekitar Gunung Anak Krakatau. Langkah ini diambil agar pencarian dari udara tetap bisa dilakukan meski jalur penerbangan konvensional tertutup. Rizky memastikan operasi pencarian akan kembali dimulai pukul 07.00 WIB setelah sebelumnya dihentikan sementara.
Pencarian malam sebelumnya terpaksa dihentikan sekitar pukul 22.00 karena kondisi laut yang tidak bersahabat dan jarak pandang yang sangat terbatas. KN SAR Tetuka kemudian bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, demi efektivitas operasi dan keselamatan personel. Selain hambatan cuaca, tim juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menelusuri kemungkinan kapal yang membawa para jurnalis itu merapat di pulau-pulau kecil atau dermaga yang tidak terpantau. Informasi mengenai kemungkinan keberadaan mereka di Pulau Sebesi masih dalam tahap pengecekan dan belum dapat dipastikan.
Armada yang disiagakan dalam operasi ini terdiri dari lima unit sarana utama, yakni KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten dari Basarnas Banten, RIB Lampung dari Basarnas Lampung, KAL Anyer dari Lanal Banten, serta satu unit ambulans dari FBN Banten. Seluruh armada berstatus siap digerakkan. Selain dua speedboat dan kapal-kapal tersebut, nelayan setempat juga akan dilibatkan sebagai kekuatan tambahan di lapangan.
Skala operasi ini terbilang besar dengan melibatkan unsur gabungan dari 16 instansi dan elemen masyarakat. Di antaranya USS Pandeglang, Polsek Carita, Ditpolairud Polda Banten, Lanal Danposal Sumur/Labuan, Babinsa Carita, Pol PP, Potsar Banten, hingga Balawista yang mengerahkan 50 personel. Total seluruh personel dari berbagai unsur tersebut membentuk kekuatan pencarian yang masif, mencerminkan keseriusan upaya menemukan para jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Tag: SAR Banten, jurnalis hilang, Selat Sunda, Gunung Anak Krakatau, drone termal