Basarnas Kerahkan Empat Tim di Hari Kedua Pencarian Delapan Korban Hilang di Selat Sunda
2026-09-09 12:01 WIB · aindari · 👁 894 dibaca

Operasi pencarian delapan orang — termasuk lima jurnalis — yang hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau memasuki hari kedua dengan cakupan area yang diperluas.
Pencarian delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, memasuki hari kedua dengan skala operasi yang lebih besar. Basarnas membagi kekuatan menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) guna menjangkau radius penyisiran yang lebih luas dibanding hari pertama.
Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso, menyatakan operasi hari kedua dimulai pukul 07.00 WIB dengan dukungan armada laut dan udara. Masing-masing SRU bergerak di jalur berbeda: SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 dengan jangkauan 68,3 nautical mile (NM), SRU 2 mengoperasikan KAL Anyer sejauh 69,5 NM, SRU 3 mengerahkan RIB 01 Lampung sejauh 67 NM, sementara SRU 4 dengan RIB 02 Banten difokuskan menyisir perairan di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
Selain keempat unit utama itu, operasi turut didukung KP Sanjaya, RIB 03 Lampung, kendaraan rescue, truk personel, serta drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban dari udara berdasarkan panas tubuh. Peralatan medis dan komunikasi darurat juga disiagakan di lapangan.
Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas tiga kru kapal dan lima jurnalis. Kru kapal yang belum ditemukan adalah Warta (55 tahun, kapten), Surakman (60 tahun, ABK), dan Heriyanto (49 tahun, pemandu). Adapun lima jurnalis yang hilang kontak adalah M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang berstatus pewarta lepas. Mereka dilaporkan hilang saat menumpang kapal cepat dalam rangka peliputan Gunung Anak Krakatau.
Operasi gabungan ini melibatkan personel dari Kantor SAR Banten, Unit SAR Pandeglang, Kantor SAR Lampung, TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, dan nelayan setempat. Kondisi cuaca di lokasi pencarian terpantau cerah berawan dengan angin bertiup dari selatan ke utara berkecepatan 14 knot dan ketinggian gelombang antara 0,4 hingga 1 meter — kondisi yang dinilai relatif kondusif untuk operasi di laut.
Basarnas mengimbau warga pesisir, nelayan, dan pengguna transportasi laut di Selat Sunda agar segera melaporkan kepada tim gabungan apabila menemukan petunjuk keberadaan kapal maupun para korban.
Tag: Basarnas, Selat Sunda, Gunung Anak Krakatau, jurnalis hilang, operasi SAR