Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Nasional

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan Puluhan Penerbangan di Berbagai Bandara

2026-09-07 19:01 WIB · aindari · 👁 1rb dibaca

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memaksa penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta dan mengganggu operasional sejumlah bandara lain, dengan total puluhan penerbangan dibatalkan sejak 6 September 2026.

Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau meluas ke sektor penerbangan nasional. Pada Senin, 7 September 2026, Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, memasuki hari kedua penutupan sementara seluruh aktivitas penerbangannya. AirNav Indonesia menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) yang menyatakan sebaran abu vulkanik dari gunung tersebut masih terdeteksi turun di kawasan bandara, sehingga operasional belum dapat dilanjutkan.

Gangguan di Soekarno-Hatta langsung berdampak berantai ke bandara-bandara lain yang melayani rute menuju Jakarta. Di Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, tercatat 49 penerbangan rute Pontianak–Jakarta dan sebaliknya terpaksa dibatalkan. Rinciannya, 24 penerbangan dibatalkan pada 6 September dan 25 penerbangan pada 7 September 2026.

Hal serupa terjadi di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Pengelola bandara menutup sementara rute Kualanamu–Jakarta, dan secara keseluruhan 44 penerbangan dibatalkan akibat dampak abu vulkanik tersebut. Antrean calon penumpang yang hendak mengurus pembatalan keberangkatan tampak memadati area lapor diri di bandara itu.

Di ujung barat Sumatera, Bandara Sultan Iskandar Muda di Aceh Besar mencatat sedikitnya 12 penerbangan pada rute Banda Aceh–Jakarta dan arah sebaliknya mengalami pembatalan atau penyesuaian jadwal. Gangguan di bandara ini berlangsung sejak 6 hingga 7 September 2026, seiring meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Para calon penumpang terlihat mengurus penjadwalan ulang langsung di konter bandara.

Bandara Radin Inten II di Lampung Selatan, yang secara geografis paling dekat dengan lokasi erupsi, juga menghentikan sementara pelayanan penerbangan. Sebaran abu vulkanik yang menjangkau wilayah Lampung menjadi alasan utama penghentian operasional tersebut, menyebabkan sejumlah penerbangan dari dan menuju bandara itu ikut dibatalkan.

Secara keseluruhan, erupsi Gunung Anak Krakatau telah menimbulkan kekacauan jadwal penerbangan di setidaknya lima bandara besar dalam dua hari berturut-turut. Ribuan calon penumpang terdampak dan harus menghadapi ketidakpastian jadwal, baik melalui pembatalan maupun perubahan waktu keberangkatan. Situasi ini menegaskan betapa rentannya konektivitas udara nasional terhadap bencana alam, khususnya ketika bandara utama seperti Soekarno-Hatta ikut terdampak.

Tag: Gunung Anak Krakatau, erupsi vulkanik, Bandara Soekarno-Hatta, pembatalan penerbangan, abu vulkanik