Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Nasional

Jalur Laut Jadi Satu-satunya Harapan: Polri Tembus Dusun Terisolasi di Manggarai Barat

2026-09-08 17:13 WIB · aindari · 👁 1,1rb dibaca

Tanpa akses darat, tim gabungan Polri mengandalkan kapal patroli dan perahu nelayan untuk menjangkau warga terdampak gempa di pesisir Pasir Panjang, NTT.

Keterbatasan akses darat tidak menghentikan upaya distribusi bantuan bagi korban gempa di Dusun Pasir Panjang, Desa Pontianak, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Tim gabungan Polri memilih jalur laut sebagai satu-satunya cara menjangkau permukiman pesisir yang terisolasi itu.

Sebanyak 23 personel gabungan dari tiga satuan—Satuan Polairud Polres Manggarai Barat, Ditpolairud Polda NTT, dan Korpolairud Baharkam Mabes Polri—dikerahkan dalam misi kemanusiaan ini. Kasat Polairud Polres Manggarai Barat Iptu Leonardo Marpaung menjelaskan bahwa kondisi jalan menuju Pasir Panjang sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan, sehingga armada perairan menjadi pilihan utama agar bantuan bisa sampai secara cepat dan tepat sasaran.

Rombongan bertolak dari Dermaga Marina Waterfront Labuan Bajo menggunakan Kapal Patroli KP Padar 3018 milik Ditpolairud Polda NTT, didampingi satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) 03. Setelah sekitar dua jam berlayar, kapal tiba di perairan Pasir Panjang. Di sinilah tantangan berikutnya muncul: fasilitas dermaga yang sangat terbatas membuat kapal patroli tidak bisa merapat langsung ke pantai.

Pertugas pun mengambil langkah improvisasi—memindahkan seluruh muatan bantuan dari kapal patroli ke perahu nelayan setempat dan RIB di tengah laut, sebelum akhirnya dibawa ke bibir pantai. Leonardo menyebut kerja sama dengan nelayan lokal menjadi kunci kelancaran proses pemindahan logistik yang tidak mudah itu.

Adapun bantuan yang berhasil disalurkan mencakup kebutuhan pangan dan sandang: 60 karung beras SPHP, 20 dus mi instan, lima dus biskuit, serta 10 dus tisu kering. Di sisi sandang, warga menerima satu bal selimut, satu bal handuk, 210 potong pakaian anak laki-laki, 130 potong daster dan pakaian perempuan, serta 100 potong sarung dewasa. Seluruh bantuan diserahkan kepada perwakilan tokoh masyarakat setempat untuk didistribusikan kepada kepala keluarga yang terdampak.

Leonardo mengakui bantuan yang tersalurkan masih terbatas, namun berharap dapat meringankan beban warga yang sedang menghadapi situasi sulit pascagempa. Operasi ini menjadi bagian dari respons kemanusiaan yang lebih luas di NTT, di mana berbagai pihak—termasuk TNI AU dan PMI—turut bergerak mendistribusikan bantuan ke wilayah-wilayah terdampak.

Tag: Gempa NTT, Polri, Manggarai Barat, Bantuan Bencana, Polairud