Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Bulog Tambah 150 Ribu Ton Jagung SPHP untuk Peternak Rakyat, Antisipasi El Niño

2026-09-09 06:04 WIB · aindari · 👁 735 dibaca

Penambahan alokasi jagung subsidi harga ini diprioritaskan bagi peternak skala mikro, kecil, dan menengah yang kesulitan mendapatkan pakan dengan harga terjangkau.

Perum Bulog menyatakan kesiapannya menyalurkan tambahan 150 ribu ton jagung dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada peternak rakyat di berbagai wilayah Indonesia. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan hal itu saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, seraya menyebut stok jagung di gudang Bulog saat ini mencukupi untuk mendukung penyaluran tambahan tersebut.

Keputusan menambah alokasi jagung SPHP didorong oleh meningkatnya kebutuhan jagung pakan seiring pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). Program tersebut mendorong permintaan telur, daging, dan komoditas peternakan lainnya, sehingga kebutuhan pakan ternak ikut meningkat di tingkat peternak rakyat.

Rizal menjelaskan, penambahan alokasi ini juga merupakan langkah antisipasi jangka panjang menghadapi potensi dampak El Niño yang dinilai masih dapat mengganggu ketersediaan jagung pakan. Bulog saat ini memiliki cadangan jagung sekitar 140 ribu ton dan terus melanjutkan pengadaan agar pasokan tidak terputus.

Program SPHP jagung pakan tahun 2026 tahap pertama telah berjalan sejak awal Mei. Total kuota penyaluran tahap ini ditetapkan sebesar 213,2 ribu ton, yang seluruhnya diperuntukkan bagi kelompok peternak berskala usaha mikro, kecil, dan menengah. Realisasi penyaluran dari alokasi sebelumnya telah mencapai sekitar 50 hingga 60 persen dan terus berlanjut sesuai kebutuhan di lapangan.

Harga jagung dalam program ini ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebesar Rp5.000 per kilogram untuk pengambilan langsung di gudang Bulog, dengan harga maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak. Penyaluran dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada anggota yang telah terdaftar berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa tambahan jagung SPHP ini khusus ditujukan bagi peternak unggas non-korporasi. Peternak skala menengah ke bawah menjadi sasaran utama, bukan perusahaan atau pabrik besar. Ia menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dirasakan langsung oleh peternak skala kecil, terutama di tengah musim paceklik jagung.

Dengan stok yang tersedia dan komitmen pengadaan yang terus berjalan, Bulog menargetkan penyaluran tambahan alokasi ini dapat segera menjangkau peternak yang selama ini kesulitan memperoleh jagung pakan dengan harga yang wajar.

Tag: Bulog, jagung SPHP, peternak rakyat, El Niño, pakan ternak