Lima Jurnalis Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau, Pencarian Terkendala Radius Bahaya
2026-09-11 03:31 WIB · aindari · 👁 546 dibaca

Tim SAR gabungan bersama Kemenhub, Basarnas, dan Polairud terus mencari lima jurnalis yang hilang kontak sejak Senin saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, namun upaya masuk ke Pulau Sertung masih terhalang status kawasan rawan.
Lima jurnalis dari berbagai media belum ditemukan setelah kehilangan kontak sejak Senin, 7 September, ketika mereka dalam perjalanan menuju perairan Selat Sunda untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Kelimanya adalah Muhammad Bagus Khoirunas (pewarta foto ANTARA), Arie Basuki (merdeka.com), Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira (iNews), dan Daus dari kantor berita Anadolu. Selain para jurnalis, dua awak kapal dan seorang pemandu juga turut dalam rombongan tersebut.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan keprihatinannya atas kejadian ini saat ditemui di Jakarta, Kamis. Ia mendoakan kelima jurnalis segera ditemukan dan berharap proses pencarian berjalan lancar dengan dukungan semua pihak. Dudy sekaligus mengingatkan masyarakat agar menghindari aktivitas di sekitar kawasan GAK selama kondisi belum normal, dan mewajibkan siapa pun yang memiliki kepentingan di wilayah itu untuk terlebih dahulu berkoordinasi dengan otoritas terkait, termasuk Syahbandar.
Kemenhub juga telah menerbitkan notice to mariners bagi kapal yang melintas di sekitar Selat Sunda. Dudy menekankan kondisi gelombang di kawasan tersebut patut diwaspadai, karena kapal kecil yang kehilangan tenaga mesin berpotensi terbawa arus dan menghadapi risiko besar.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Mashyud menyebutkan pihaknya mengerahkan kapal patroli untuk bergabung dalam operasi pencarian bersama Basarnas, Kepolisian Perairan (Polairud), serta unsur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP). Menurut Mashyud, kapal besar yang digunakan dalam operasi ini merupakan milik Basarnas.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengungkapkan bahwa pemantauan visual menggunakan teropong belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan bersama nelayan setempat sudah menyisir pulau-pulau di sekitar GAK, namun pencarian langsung di Pulau Sertung — lokasi yang diduga menjadi area terakhir rombongan — belum dapat dilakukan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan Pulau Sertung masuk dalam radius 3 kilometer dari GAK dan masih tergolong daerah rawan.
Amrad menegaskan tim akan terus berupaya mencari cara untuk masuk ke Pulau Sertung dengan mengacu pada data BMKG dan BNPB guna menentukan langkah yang aman. Basarnas juga telah memperluas pencarian menggunakan drone di Pulau Sangiang melalui Kapal Negara SAR Tetuka, meski hasilnya belum maksimal karena kawasan masih tertutup asap.
Tag: Gunung Anak Krakatau, jurnalis hilang, SAR, Kemenhub, Selat Sunda