GCC Kecam Serangan Drone ke Pipa Minyak Saudi, Desak Irak Bertindak Tegas
2026-09-12 16:01 WIB · aindari · 👁 641 dibaca

Blok negara-negara Teluk menyatakan solidaritas penuh terhadap Arab Saudi setelah serangan drone dari arah Irak menghantam East-West Pipeline di wilayah Riyadh dan Madinah.
Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) angkat suara keras menyusul serangan drone yang menargetkan infrastruktur energi vital Arab Saudi. Sekretaris Jenderal GCC Jasem Mohamed Albudaiwi, pada Jumat (11/9), menyebut serangan terhadap East-West Pipeline di wilayah Riyadh dan Madinah itu sebagai eskalasi berbahaya sekaligus pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip hukum internasional.
Serangan terjadi pada Kamis pagi dan menyebabkan sejumlah orang terluka serta kerusakan pada fasilitas jalur pipa tersebut. Sebagai respons awal, Arab Saudi menghentikan sementara operasi East-West Pipeline sebagai langkah pencegahan. Tim darurat dan teknis segera dikerahkan untuk mengamankan lokasi dan mengevaluasi tingkat kerusakan, sementara korban luka telah mendapatkan penanganan medis.
Pihak Riyadh menyatakan drone-drone tersebut berasal dari wilayah Irak. Albudaiwi pun mendesak Baghdad untuk mengambil langkah-langkah tegas agar wilayahnya tidak lagi dijadikan titik peluncuran serangan semacam itu. GCC menegaskan dukungan penuh terhadap seluruh tindakan yang diambil Arab Saudi untuk melindungi keamanan, stabilitas, integritas wilayah, serta warga negaranya.
Di sisi lain, Arab Saudi memilih menahan diri dari pembalasan langsung, setidaknya untuk saat ini. Keputusan itu diambil setelah Perdana Menteri Irak meminta Riyadh memberi ruang bagi Baghdad untuk menangani persoalan ini secara internal. Arab Saudi menyatakan mendukung upaya tersebut, namun tetap mempertahankan hak untuk mengambil langkah apa pun yang diperlukan demi melindungi kedaulatannya.
Irak sendiri menolak keras keterlibatan negaranya dalam serangan itu. Pemerintah Baghdad menegaskan bahwa wilayah dan ruang udara Irak tidak akan dibiarkan menjadi landasan serangan terhadap negara mana pun. Perdana Menteri Ali al-Zaidi, yang juga menjabat sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata, memerintahkan penyelidikan atas insiden tersebut dan menginstruksikan otoritas terkait untuk menindak secara hukum siapa pun yang terbukti terlibat.
Insiden ini menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sudah rentan. Serangan terhadap infrastruktur energi berskala besar seperti East-West Pipeline berpotensi memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak regional, meski dampak jangka panjangnya masih bergantung pada seberapa cepat operasi dapat dipulihkan dan bagaimana dinamika diplomatik antara Riyadh dan Baghdad berkembang ke depan.
Tag: Arab Saudi, GCC, Irak, serangan drone, East-West Pipeline