Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

KTT BRICS ke-18 Dibuka di New Delhi, Konflik Global Jadi Latar Berat Pertemuan

2026-09-12 14:00 WIB · aindari · 👁 680 dibaca

Para pemimpin 11 negara anggota BRICS berkumpul di New Delhi pada Sabtu di tengah tekanan konflik AS-Iran dan perang Rusia-Ukraina yang terus berlangsung.

New Delhi menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS pada Sabtu (12/9), mempertemukan para pemimpin dan pejabat senior dari 11 negara anggota kelompok tersebut. Pertemuan berlangsung dalam situasi global yang berat: perang antara Amerika Serikat dan Iran telah memasuki bulan ketujuh, sementara konflik Rusia-Ukraina kini memasuki tahun kelima.

Dampak ekonomi dari perang AS-Iran turut mewarnai agenda KTT. Konflik itu disebut telah memicu krisis energi serta memunculkan kekhawatiran serius soal ketahanan energi, arus perdagangan, dan tekanan inflasi di tingkat global. Di tengah kondisi tersebut, Perdana Menteri India Narendra Modi — selaku tuan rumah — menyatakan harapannya agar pertemuan ini menghasilkan diskusi yang positif dan bermakna. China, dari sisinya, menegaskan kesiapan untuk bekerja sama dengan sesama anggota BRICS demi mendorong dialog, negosiasi, serta menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan maupun dunia.

Sejumlah pemimpin dunia hadir langsung dalam KTT ini, di antaranya Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, serta Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Hadir pula Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed Ali dan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Brasil dan Arab Saudi masing-masing diwakili oleh menteri luar negeri mereka.

Pada hari pertama, sesi tertutup khusus anggota BRICS membahas tema "Tata Kelola Global Inklusif dan Penguatan Multilateralisme". Para pemimpin juga mengunjungi pameran Bharat Innovates, mengikuti upacara penanaman pohon, dan menghadiri jamuan makan malam yang diselenggarakan Modi. Hari kedua dijadwalkan menggelar sesi terbuka bertema ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan untuk pertumbuhan global yang inklusif, dan para pemimpin diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan bersama.

BRICS kini beranggotakan 11 negara setelah menerima Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab sebagai anggota baru, bergabung dengan lima anggota pendiri: Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Kelompok ini juga telah memperluas jaringannya dengan menerima negara-negara mitra, termasuk Belarus, Bolivia, Kazakhstan, Kuba, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam.

Secara kolektif, BRICS kini merepresentasikan sekitar 49,5 persen populasi dunia, 40 persen PDB global, dan 26 persen perdagangan internasional. KTT sebelumnya digelar di Rio de Janeiro, Brasil, pada 2025.

Tag: BRICS, New Delhi, KTT, konflik AS-Iran, geopolitik