Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Di Peringatan 9/11, Menhan AS Umumkan Tekad Kalahkan Iran Secara Militer

2026-09-12 11:30 WIB · aindari · 👁 336 dibaca

Pete Hegseth menegaskan komitmen Washington untuk mengakhiri konflik dengan Iran dalam upacara peringatan 25 tahun serangan 11 September di Pentagon.

Peringatan seperempat abad tragedi 11 September 2001 di Pentagon menjadi panggung bagi pernyataan keras Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth terhadap Iran. Dalam pidatonya pada Jumat (11/9), Hegseth menyatakan tekad Washington untuk "menuntaskan perang" melawan Teheran, menandai momen bersejarah itu dengan retorika konfrontatif yang tajam.

Upacara tersebut dihadiri Presiden Donald Trump dan Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, sekaligus mengenang hampir 3.000 korban jiwa yang tewas dalam serangan dua dekade lebih silam. Hegseth memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan bahwa ancaman terhadap Amerika belum berakhir, dengan menyebut masih adanya musuh yang membenci negara itu dan terus berupaya membatasi kekuatan AS.

Hegseth menuding Iran sebagai sponsor terorisme paling aktif di dunia dan menyebut kepemimpinan Teheran telah menginginkan kehancuran Amerika selama hampir setengah abad. Ia mengklaim bahwa dalam enam bulan terakhir, AS telah menghantam Iran secara signifikan — termasuk menewaskan sejumlah pemimpinnya, menghancurkan kekuatan udara dan angkatan lautnya, serta melumpuhkan sistem pertahanan udaranya. Ia juga menyinggung pengendalian AS atas Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi urat nadi ekspor minyak kawasan Teluk.

Soal senjata nuklir, baik Hegseth maupun Trump sama-sama menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah diizinkan memilikinya. Trump secara khusus menyebut Republik Islam Iran sebagai "sponsor teror nomor satu di dunia" dan menyatakan pasukan AS tengah bekerja untuk menutup jalur tersebut. Tekanan ekonomi terhadap Teheran, menurut Hegseth, juga terus diperketat sebagai bagian dari strategi yang lebih luas.

Di sisi lain, Trump dalam kesempatan yang sama memberikan penghormatan kepada para personel militer yang terlibat dalam perang melawan terorisme, serta kepada petugas tanggap darurat dan aparat penegak hukum. Ia menyebut peringatan 9/11 sebagai pengingat akan dahsyatnya kekuatan kebencian, sekaligus bukti ketangguhan semangat Amerika yang mampu bangkit dan meraih kemenangan.

Pernyataan-pernyataan ini muncul di tengah dinamika yang masih cair antara Washington dan Teheran. Trump sebelumnya sempat membuka peluang perundingan dengan Iran, sementara Teheran sendiri dikabarkan tengah menjajaki pembicaraan soal navigasi Selat Hormuz bersama Irak dan negara-negara Teluk. Ketegangan retorika dari Pentagon berpotensi memperumit ruang diplomatik yang tersisa di antara kedua pihak.

Tag: Iran, Pete Hegseth, Pentagon, 11 September, Selat Hormuz