Kepercayaan Konsumen AS Terus Merosot, Ekspektasi Inflasi Capai Level Tertinggi Sejak Juni
2026-09-12 17:02 WIB · aindari · 👁 892 dibaca

Indeks Sentimen Konsumen Amerika Serikat versi Universitas Michigan turun ke 47,8 pada September 2026, melanjutkan tren pelemahan dua bulan berturut-turut di tengah kekhawatiran inflasi dan ketegangan dagang.
Kepercayaan konsumen Amerika Serikat kembali melemah pada September 2026. Data awal Survei Konsumen Universitas Michigan yang dirilis Jumat (11/9) menunjukkan indeks sentimen konsumen turun ke angka 47,8, dari 51,7 pada akhir Agustus dan 55,1 pada September tahun lalu. Ini menjadi penurunan bulan kedua secara beruntun.
Dua komponen utama indeks tersebut sama-sama tertekan. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini turun ke 50,9 dari 51,9 pada Agustus, dan jauh di bawah angka 60,4 yang tercatat pada September 2025. Lebih dalam lagi, Indeks Ekspektasi Konsumen anjlok ke 45,8, melemah dari 51,5 pada Agustus maupun dari 51,7 setahun sebelumnya.
Salah satu sorotan utama survei ini adalah lonjakan ekspektasi inflasi. Direktur Survei Universitas Michigan, Joanne Hsu, mencatat bahwa ekspektasi inflasi untuk satu tahun ke depan melonjak dari 4 persen pada Agustus menjadi 4,6 persen pada September — level tertinggi sejak Juni. Angka ini juga melampaui seluruh catatan sepanjang 2024 dan jauh di atas 3,4 persen yang berlaku pada Februari, sebelum konflik Iran meletus. Ekspektasi inflasi jangka panjang pun ikut naik tipis ke 3,4 persen, mengakhiri tren tiga bulan stabil di angka 3,3 persen.
Hsu menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan bakar yang kembali terjadi, dikombinasikan dengan ketegangan perdagangan yang belum mereda, mendorong konsumen untuk mengantisipasi tekanan lebih besar terhadap keuangan mereka ke depan. Ekspektasi atas kondisi keuangan pribadi maupun prospek bisnis dalam satu tahun ke depan dilaporkan merosot tajam. Menariknya, pelemahan sentimen ini tidak hanya datang dari satu kelompok politik — konsumen yang berafiliasi dengan Partai Demokrat maupun Republik sama-sama mencatat penurunan yang signifikan.
Secara keseluruhan, Hsu menyebut sentimen konsumen AS saat ini berada 16 persen di bawah level Februari — sebelum konflik Iran dimulai — dan 13 persen lebih rendah dibanding setahun lalu. Kondisi ini mencerminkan erosi kepercayaan yang cukup luas di kalangan rumah tangga Amerika, dan berpotensi menjadi sinyal kehati-hatian bagi pasar maupun pembuat kebijakan dalam membaca arah konsumsi domestik ke depan.
Tag: sentimen konsumen, inflasi Amerika Serikat, Universitas Michigan, ekonomi AS, ekspektasi inflasi