Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

Dokter Peringatkan: Minum Susu dari Botol Bisa Jadi Ancaman bagi Gigi Anak

2026-09-14 06:02 WIB · aindari · 👁 330 dibaca

Kebiasaan memberi susu melalui botol dot, terutama saat anak tidur, berpotensi merusak gigi susu dan berdampak pada kesehatan mulut jangka panjang.

Banyak orang tua menganggap memberi susu lewat botol dot sebagai cara praktis dan lumrah dalam merawat bayi atau balita. Namun, para dokter mengingatkan bahwa kebiasaan ini menyimpan risiko serius bagi kesehatan gigi anak jika tidak dilakukan dengan benar.

Masalah utama muncul ketika anak dibiarkan minum susu dari botol dalam waktu lama, terutama saat menjelang tidur atau sepanjang malam. Kondisi ini menyebabkan cairan manis dari susu menggenang di sekitar gigi dalam durasi panjang, menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri penyebab kerusakan gigi untuk berkembang biak.

Fenomena ini dikenal dalam dunia kedokteran gigi sebagai "baby bottle tooth decay" atau kerusakan gigi akibat botol susu. Gigi susu yang rusak akibat kondisi ini umumnya ditandai dengan munculnya bercak putih, cokelat, atau hitam, terutama pada gigi bagian depan atas yang paling sering terpapar aliran susu.

Dokter menekankan bahwa gigi susu bukan sekadar gigi sementara yang bisa diabaikan. Gigi susu memiliki fungsi penting dalam proses mengunyah, berbicara, serta menjadi pemandu bagi pertumbuhan gigi permanen di bawahnya. Kerusakan dini pada gigi susu dapat mengganggu deretan gigi permanen kelak dan meningkatkan risiko infeksi yang menyebar ke jaringan sekitarnya.

Untuk mencegah kerusakan tersebut, dokter menyarankan agar orang tua tidak membiasakan anak tertidur dengan botol susu yang masih menempel di mulut. Setelah anak minum, mulut sebaiknya dibersihkan menggunakan kain lembap atau sikat gigi khusus bayi. Pemberian air putih setelah minum susu juga dapat membantu membilas sisa gula yang menempel pada permukaan gigi.

Selain itu, dokter menganjurkan agar anak mulai dilatih beralih dari botol dot ke gelas minum biasa sejak usia sekitar satu tahun. Transisi ini tidak hanya baik untuk kesehatan gigi, tetapi juga mendukung perkembangan motorik mulut anak secara keseluruhan.

Pemeriksaan gigi anak ke dokter gigi sebaiknya dimulai sejak gigi pertama tumbuh atau paling lambat saat anak menginjak usia satu tahun. Deteksi dini memungkinkan penanganan sebelum kerusakan berkembang lebih jauh dan membantu orang tua mendapatkan panduan perawatan gigi yang sesuai dengan usia anak.

Tag: kesehatan gigi anak, gigi susu, botol dot, perawatan bayi, karies gigi