Houthi Kuasai Selat Strategis, 500 Tentara Yaman Tewas dalam Sebulan
2026-09-14 13:31 WIB · aindari · 👁 492 dibaca

Kelompok Houthi merebut kota pelabuhan Mocha dan Pulau Mayun di Selat Bab al-Mandab, memperketat cengkeraman atas jalur laut vital yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Pertempuran sengit selama sebulan di pesisir barat Yaman meninggalkan korban besar di pihak pemerintah. Pasukan Perlawanan Nasional Yaman mengumumkan lebih dari 500 prajuritnya gugur dan sekitar 1.500 lainnya mengalami luka-luka sejak 9 Agustus hingga 10 September. Pernyataan itu disiarkan melalui Al-Joumhouriya TV dan tidak dapat diverifikasi secara independen. Pihak pemerintah juga mengklaim lebih dari seribu anggota Houthi tewas dalam rentang waktu yang sama.
Menurut pernyataan tersebut, serangan Houthi diawali dengan peluncuran rudal, drone, dan perahu bermuatan bahan peledak. Pertempuran kemudian meluas dari Hays di bagian selatan Provinsi Hodeidah ke sejumlah front di provinsi tetangga, Taiz, di wilayah barat daya Yaman.
Eskalasi terbesar terjadi pada 3 September, ketika Houthi melancarkan ofensif berskala besar yang secara cepat mengubah peta garis depan di sepanjang pesisir Laut Merah. Kelompok itu berhasil merebut sejumlah wilayah yang sebelumnya berada di bawah kendali pemerintah di Provinsi Hodeidah dan Taiz.
Puncak kemajuan militer Houthi terjadi ketika mereka merebut kota pelabuhan Mocha pada 10 September. Sehari berselang, pasukan Houthi bergerak ke selatan menuju kawasan Bab al-Mandab dan menguasai Pulau Mayun yang berada tepat di tengah selat tersebut. Penguasaan pulau itu memperkuat kendali Houthi atas jalur pelayaran yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden — salah satu rute perdagangan tersibuk di dunia.
Gerakan Houthi tidak berhenti di sana. Pasukan mereka terus bergerak ke selatan memasuki Provinsi Lahj, tempat pasukan pemerintah yang mundur berupaya mengonsolidasikan kekuatan. Pergerakan ini membawa garis konflik semakin dekat ke Aden, kota yang menjadi pusat pemerintahan Yaman yang diakui komunitas internasional.
Konflik Yaman sendiri telah berlangsung lebih dari satu dekade. Perang ini bermula pada akhir 2014 ketika Houthi merebut ibu kota Sanaa dan menguasai sebagian besar wilayah utara negeri itu. Kondisi tersebut mendorong koalisi militer pimpinan Arab Saudi untuk mengintervensi pada Maret 2015 demi mendukung pemerintah yang sah. Hingga kini, konflik belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian, sementara penguasaan Houthi atas titik-titik strategis di pesisir barat semakin memperumit upaya perdamaian.
Tag: Yaman, Houthi, Bab al-Mandab, Konflik Bersenjata, Laut Merah