Arab Saudi Minta Pertemuan Regional di Oman Ditunda, Iran Konfirmasi Pembatalan
2026-09-14 17:05 WIB · aindari

Teheran mengungkap bahwa Riyadh yang meminta penundaan pertemuan menteri luar negeri negara-negara Teluk di Salalah, sementara kesepahaman Iran-Oman soal Selat Hormuz diklaim telah rampung.
Pertemuan regional yang sedianya digelar di Salalah, Oman, batal terlaksana setelah Arab Saudi meminta agar acara tersebut tidak dilanjutkan untuk sementara waktu. Hal itu dikonfirmasi langsung oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, dalam sebuah taklimat media pada Senin. Pertemuan itu semula dirancang untuk mempertemukan para menteri luar negeri Iran dengan sejumlah negara Teluk.
Baghaei menegaskan bahwa permintaan penundaan datang dari Riyadh, bukan dari pihak Iran maupun Oman. Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi juga telah mengumumkan penundaan pertemuan yang dijadwalkan pada Minggu (13/9) itu, dengan alasan belum tercapainya konsensus di antara pihak-pihak yang terlibat. Albusaidi menyatakan komitmen Oman untuk terus mendorong dialog demi stabilitas kawasan jangka panjang. Hingga berita ini diturunkan, Arab Saudi belum memberikan tanggapan resmi.
Menurut Baghaei, pertemuan tersebut sebenarnya dirancang sebagai forum bagi Iran dan Oman untuk memaparkan hasil negosiasi berminggu-minggu mengenai pengelolaan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Kedua negara pesisir itu telah merundingkan pengaturan sementara untuk mengelola lalu lintas kapal di selat strategis tersebut, menyusul runtuhnya nota kesepahaman pada Juni lalu yang sebelumnya disepakati oleh Washington dan Teheran.
Konteks pembatalan ini tidak lepas dari dinamika yang lebih luas. Amerika Serikat dan Iran sebelumnya sempat menyepakati perpanjangan gencatan senjata pada April, sekaligus memulai pemulihan bertahap tingkat pelayaran di Selat Hormuz menuju kondisi sebelum perang yang meletus pada Februari. Namun kesepakatan itu kemudian kandas, mendorong Iran dan Oman untuk merundingkan skema pengelolaan sementara secara bilateral.
Meski pertemuan regional gagal terwujud, Baghaei menyebut bahwa kesepahaman antara Iran dan Oman sendiri telah selesai disusun. Teheran dan Muscat kini akan berkonsultasi untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk cara mengumumkan atau mencatatkan kesepahaman tersebut secara resmi.
Dalam kesempatan yang sama, Baghaei menepis upaya mengaitkan Iran dengan perkembangan terkini antara Arab Saudi dan Yaman. Ia menegaskan bahwa konflik Yaman memiliki akar persoalan yang sudah berlangsung lama dan tidak bisa disederhanakan dengan menarik Iran ke dalam narasi tersebut. Teheran juga menyatakan harapannya agar negara-negara kawasan memanfaatkan momentum dialog untuk membangun kawasan yang aman tanpa keterlibatan pihak luar.
Tag: Iran, Arab Saudi, Selat Hormuz, Oman, diplomasi Timur Tengah