Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Pemuda Pontianak Raih Juara II Kompetisi Video UNESCO di Italia, Bawa Perspektif Tiga Negara

2026-09-15 06:02 WIB · aindari · 👁 961 dibaca

Veldesen Yaputra dari Kalimantan Barat meraih posisi kedua dalam kompetisi video internasional UNESCO di Italia setelah mendokumentasikan dampak perubahan iklim di Cagar Biosfer Tuscan-Emilian Apennine.

Seorang pemuda asal Pontianak, Kalimantan Barat, berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional. Veldesen Yaputra meraih Juara II dalam kompetisi video yang diselenggarakan program UNESCO x vivo di Cagar Biosfer Tuscan-Emilian Apennine, Italia, pada 10 September 2026. Ia bersaing dengan 15 peserta dari 13 negara yang berfokus mengeksplorasi hubungan manusia dengan budaya lokal, kegiatan ekonomi, dan perubahan lingkungan.

Veldesen menempuh pendidikan Environmental Design di Tsinghua University, China, dengan spesialisasi arsitektur berkelanjutan dan green building. Latar belakang akademik itu menjadi fondasi karya videonya, yang ia bangun dari riset lapangan selama empat hari di Italia. Ia berbicara langsung dengan warga setempat, produsen minyak zaitun, hingga peneliti lingkungan untuk merekam dampak nyata perubahan iklim pada ekosistem lokal.

Momen paling berkesan bagi Veldesen terjadi saat rombongan mengunjungi kawasan cagar biosfer tersebut. Ia menyaksikan sejumlah pohon yang mengering dan kehilangan daun — kondisi yang, menurut peneliti lokal yang ia ajak bicara, berkaitan dengan perubahan iklim dan lingkungan. Pengalaman itu mengubah cara pandangnya: kerusakan alam tidak selalu lahir dari eksploitasi langsung manusia. Perubahan iklim, kata Veldesen, mampu menggeser ekosistem bahkan ketika tekanan manusia tidak tampak secara kasat mata. Para petani setempat pun mulai merasakan perubahan pada hasil panen dan siklus tumbuh tanaman mereka.

Video yang ia produksi menggunakan telepon pintar itu memadukan tiga perspektif geografis dan akademik yang pernah ia jalani: Indonesia, China, dan Italia. Meski videografi bukan bidang utamanya, pendekatan naratif yang dalam dan berlapis itulah yang mengantarkan karyanya ke posisi kedua kompetisi.

Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO, I.G.A.K. Satrya Wibawa, menyambut pencapaian ini sebagai cerminan kapasitas generasi muda Indonesia di panggung global. Ia menekankan bahwa tantangan seperti perubahan iklim membutuhkan sumbangan pemikiran dari berbagai penjuru dunia, sehingga keterlibatan aktif anak muda Indonesia dalam forum internasional menjadi semakin penting.

Veldesen sendiri berharap prestasinya dapat mendorong lebih banyak pemuda Indonesia untuk terjun dalam riset lingkungan, mengeksplorasi bentuk-bentuk adaptasi lokal, dan berani mengambil peran dalam forum PBB maupun UNESCO. Baginya, di mana pun seorang pemuda Indonesia belajar dan berkarya, identitas kebangsaan tetap melekat pada setiap hasil yang dicapai.

Tag: UNESCO, Perubahan Iklim, Pemuda Indonesia, Italia, Lingkungan Hidup