Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Otomotif

Perawatan Mobil Listrik Lebih Murah? Tidak Selalu, Ini Penjelasannya

2026-09-15 06:04 WIB · aindari · 👁 729 dibaca

Mobil listrik memang hemat di servis rutin, tapi beberapa komponen seperti baterai traksi bisa menjadi pengeluaran besar jika rusak di luar masa garansi.

Popularitas mobil listrik di Indonesia terus tumbuh, dan salah satu daya tarik yang kerap disebut adalah biaya perawatan yang lebih terjangkau dibanding kendaraan berbahan bakar konvensional. Klaim ini ada dasarnya, namun tidak berlaku menyeluruh untuk semua aspek kepemilikan.

Departemen Energi Amerika Serikat (DOE) mencatat bahwa kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) memiliki lebih sedikit komponen bergerak dan lebih sedikit cairan yang perlu diganti secara berkala. Berbeda dari mesin pembakaran internal yang membutuhkan oli mesin, filter, dan berbagai komponen mekanis yang saling bekerja, motor listrik beroperasi dengan konstruksi yang jauh lebih sederhana. Ini berarti sejumlah pos pengeluaran servis rutin yang umum pada mobil bensin bisa dihilangkan.

Salah satu keunggulan lain adalah sistem regenerative braking yang dimiliki sebagian besar mobil listrik. Sistem ini memungkinkan motor listrik membantu memperlambat kendaraan sekaligus mengubah energi gerak menjadi energi listrik yang dikembalikan ke baterai. DOE menyebut mekanisme ini dapat mengurangi keausan pada kampas rem, sehingga komponen tersebut berpotensi lebih awet dibanding pada kendaraan konvensional — meski hasilnya tetap bergantung pada model dan kebiasaan berkendara.

Namun, ada sisi lain yang perlu dipahami calon pemilik. Baterai traksi, komponen inti yang menyimpan energi penggerak, bisa menjadi pengeluaran signifikan apabila harus diganti di luar periode garansi. DOE mencatat sejumlah produsen menawarkan garansi baterai hingga delapan tahun atau 100.000 mil, meski ketentuannya berbeda-beda di setiap merek dan model. Selain itu, sistem tegangan tinggi pada mobil listrik memerlukan teknisi terlatih dan peralatan khusus, yang dapat membuat biaya perbaikan tertentu lebih mahal atau sulit dijangkau jika jaringan bengkel resmi di sekitar pemilik terbatas.

Ban juga menjadi komponen yang tidak boleh diabaikan. Torsi motor listrik yang responsif ditambah bobot kendaraan yang pada beberapa model cukup besar akibat baterai dapat mempercepat keausan ban. Pemeriksaan tekanan, rotasi, hingga penggantian ban tetap menjadi bagian rutin perawatan, sama seperti pada kendaraan konvensional. Komponen lain seperti suspensi, sistem kemudi, wiper, pendingin kabin, dan berbagai perangkat elektronik juga tetap memerlukan pemeriksaan berkala sesuai jadwal yang ditetapkan produsen.

Kesimpulannya, mobil listrik memang cenderung lebih hemat untuk perawatan rutin, tetapi bukan berarti total biaya kepemilikannya selalu lebih rendah dalam segala kondisi. Sebelum membeli, calon pemilik disarankan memeriksa ketentuan garansi baterai, ketersediaan bengkel resmi, jadwal servis, serta harga suku cadang agar tidak ada kejutan biaya di kemudian hari.

Tag: mobil listrik, BEV, biaya perawatan, baterai kendaraan, otomotif